Ismail Rank

Minggu, 25 September 2011

PENEMUAN TEMBOK YA`JUJ WA MA`JUJ


JUN

Bahasan saya kali ini sengaja mengajak Anda sekalian untuk kembali mengulik sejarah masa lalu. Dan yang menjadi bahasan kali ini adalah mengenai kaum yang akan membuat huru hara di ahir zaman nanti yang diberi nama Ya’juj dan Ma’juj atau Gog and Magog Kaum ini adalah kaum yang kasar dan biadab. Jika mereka melewati sebuah perkampungan, mereka pun membabat semua yang menghalangi dan merusak atau bila perlu membunuh penduduk. Karenanya, ketika Dzulkarnain datang, penduduk minta dibuatkan benteng agar mereka (Ya`juj dan Ma`juj) tidak dapat menembus dan mengusik ketenangan penduduk.
Untuk lebih jelasnya berikut ini diberikan uraian lengkapnya:
1. Asal usul
Kata Ya’juj dan Ma’juj berasal dari kata ajja atau ajij dalam wazan Yaf’ul; kata ajij artinya nyala api. Tetapi kata ajja berarti pula asra’a, maknanya berjalan cepat. Itulah makna yang tertera dalam kamus Lisanul ’Arab. Ya’juj dan Ma’juj dapat pula diibaratkan sebagai api menyala dan air bergelombang, karena hebatnya gerakan.
Ya’juj  dan Ma’juj diuraikan dua kali dalam Al-Qur`an. Yang pertama diuraikan dalam surat Al-Kahfi, sehubungan dengan uraian tentang gambaran Dajjal. Menjelang berakhirya surat Al-Kahfi, diuraikan tentang perjalanan Raja Dzulkarnain ke berbagai jurusan untuk memperkuat tapal-batas kerajaannya.
Di antara tanda kiamat Kubra adalah keluarnya Ya’juj dan Ma’juj dari kurungannya. Keluarnya mereka sebagai tanda kiamat Kubra akan terjadi dan wajib kita imani karena dalil-dalil telah jelas menetapkannya. Adapun tanda kiamat Kubra, di antaranya disebutkan dalam hadits Hudzaifah bin Usaid Al-Ghifari RA:
Rasulullah melihat kami ketika kami tengah berbincang-bincang. Beliau berkata: “Apa yang kalian perbincangkan?” Kami menjawab: “Kami sedang berbincang-bincang tentang hari kiamat.” Beliau berkata:“Tidak akan terjadi hari kiamat hingga kalian lihat sebelumnya sepuluh tanda.” Beliau menyebutkan: “Dukhan (asap), Dajjal, Daabbah, terbitnya matahari dari barat, turunnya Isa as, Ya’juj dan Ma’juj, dan tiga khusuf (dibenamkan ke dalam bumi) di timur, di barat, dan di jazirah Arab, yang terakhir adalah api yang keluar dari Yaman mengusir (menggiring) mereka ke tempat berkumpulnya mereka.” (HR. Muslim no. 2901)
Selain itu, Ya`juj dan Ma`juj dalam hadits dari Zainab Binti Jahsh (isteri Nabi SAW), di jelaskan; “Nabi SAW bangun dari tidurnya dengan wajah memerah, kemudian bersabda; “Tiada Tuhan selain Allah, celakalah bagi Arab dari kejahatan yang telah dekat pada hari kiamat, (yaitu) telah dibukanya penutup Ya`juj dan Ma`juj seperti ini!” beliau melingkarkan jari tangannya. (Dalam riwayat lain tangannya membentuk isyarat 70 atau 90), Aku bertanya; “Ya Rasulullah SAW, apakah kita akan dihancurkan walaupun ada orang-orang shalih ?” Beliau menjawab; “Ya, Jika banyak kejelekan.” (HR. Ahmad, Al-Bukhari dan Muslim)
Sedangkan Allah SWT berfirman tentang Ya`juj dan Ma`juj ini:
“Hingga apabila dibukakan (tembok) Ya`juj dan Ma`juj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi. Dan telah dekatlah kedatangan janji yang benar (Hari berbangkit), maka tiba-tiba terbelalaklah mata orang-orang yang kafir. (Mereka berkata); “Aduhai celakalah kami, sesungguhnya kami adalah dalam kelalaian tentang ini, bahkan kami adalah orang-orang yang zalim” (QS. Al-Anbiyaa` [21] : 96)
Mengenai garis asal usul tentang siapa sebenarnya kaum ini para ulama telah berbeda pendapat, namun mereka sepakat bahwa Ya`juj dan Ma`juj termasuk spesies manusia. Ada yang menyebutkan dari sulbi Adam AS dan Hawa atau dari Adam AS saja. Ada pula yang menyebut dari sulbi Nabi Nuh AS dari keturunan Syis/At-Turk menurut hadits Ibnu Katsir. Sebagaimana dijelaskan dalam tarikh, Nabi Nuh AS mempunyai tiga anak, Sam, Ham, Syis/At-Turk. Ada lagi yang menyebut keturunan dari Yafuts Bin Nuh. Menurut Al-Maraghi, Ya`juj dan Ma`juj berasal dari satu ayah yaitu Turk, Ya`juj adalah At-Tatar (Tartar) dan Ma`juj adalah Al-Maghul (Mongol), namun keterangan ini tidak kuat.
2. Ciri-ciri kaum Ya`juj dan Ma`juj
Walaupun mereka dari jenis manusia keturunan Nabi Adam, namun mereka memiliki sifat khas yang berbeda dari manusia biasa. Ciri utama mereka adalah perusak dan jumlah mereka yang sangat besar sehingga ketika mereka turun dari gunung seakan-akan air bah yang mengalir, tidak pandai berbicara dan tidak fasih, bermata kecil (sipit), berhidung kecil, lebar mukanya, merah warna kulitnya seakan-akan wajahnya seperti perisai dan sifat-sifat lain.
Mengenai ciri-ciri mereka terdapat sebuah hadits di Musnad Imam Ahmad (5/271), Al-Haetsami di Majmauz Zawaid (8/9) berkata tentangnya: “Rawi-rawinya adalah rawi-rawi Ash-Shahih.” Hadits tersebut menjelaskan bahwa mereka berwajah lebar seperti tameng yang menonjol dengan rambut merah kecoklatan, mata sipit, datang dengan cepat dari tempat yang tinggi.
Selain itu Rasulullah SAW berkhutbah dalam keadaan jarinya terbalut karena tersengat kalajengking. Beliau bersabda:
“Kalian mengatakan tidak ada musuh. Padahal sesungguhnya kalian akan terus memerangi musuh sampai datangnya Ya’juj dan Ma’juj, lebar mukanya, kecil (sipit) matanya, dan ada warna putih di rambut atas. Mereka mengalir dari tempat-tempat yang tinggi, seakan-akan wajah-wajah mereka seperti perisai” (HR. Ahmad)
3. Sifat dan kelakuan kaum Ya`juj dan Ma`juj
Dalam surat Al-Kahfi, Allah menjelaskan bahwa Ya’juj Ma’juj dikurung oleh Dzulkarnain dengan baja karena mereka berlaku biadab dan berbuat kerusakan di muka bumi, sehingga mereka tidak bisa keluar darinya sampai tiba saatnya janji Allah.
Firman Allah SWT:
“Hingga apabila dia telah sampai di antara dua buah gunung, dia mendapati di hadapan kedua bukit itu suatu kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan. Mereka berkata: ‘Hai Dzulqarnain, sesungguhnya Ya’juj wa-Ma’juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka.’ Dzulqarnain berkata: ‘Apa yang telah dikuasakan oleh Tuhanku kepadaku terhadapnya adalah lebih baik, maka tolonglah aku dengan kekuatan (manusia dan alat-alat), agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka. Berilah Aku potongan-potongan besi.’ Hingga apabila besi itu telah sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu, berkatalah Dzulqarnain: ‘Tiuplah (api itu)’, hingga apabila besi itu sudah menjadi (merah seperti) api, diapun berkata: ‘Berilah Aku tembaga (yang mendidih) agar aku tuangkan ke atas besi panas itu.’ Maka mereka tidak bisa mendakinya dan mereka tidak bisa (pula) melobanginya. Dzulqarnain berkata: ‘Ini (dinding) adalah rahmat dari Tuhanku, maka apabila sudah datang janji Tuhanku, dia akan menjadikannya hancur luluh; dan janji Tuhanku itu adalah benar.” (QS. Al-Kahfi: 93-98).
Mereka tidak akan keluar darinya sebelum janji Allah tiba, dan itu terjadi di akhir zaman sebagai tanda Kiamat yang sudah diambang pintu. Mereka keluar setelah Isa turun dan membunuh Dajjal. Keluarnya mereka dari kurungan memiliki cerita tersendiri yang disebutkan oleh Imam At-Tirmidzi dalam hadits no. 3153 dan Ibnu Majah no. 4131 dari Abu Hurairah, dan dishahihkan oleh Al-Albani di Silsilah Shahihah no. 1735. Rasulullah bersabda:
“Sesungguhnya Ya’juj dan Ma’juj membongkarnya setiap hari, sampai ketika mereka hampir melihat cahaya matahari. Pemimpin mereka berkata: ‘Kita pulang, kita teruskan besok’. Lalu Allah mengembalikannya lebih kuat dari sebelumnya. Ketika masa mereka telah tiba dan Allah ingin mengeluarkan mereka kepada manusia, mereka menggali, ketika mereka hampir melihat cahaya matahari, pemimpin mereka berkata: ‘Kita pulang, kita teruskan besok insya Allah Ta’ala’. Mereka mengucapkan insya Allah. Mereka kembali ke tempat mereka menggali, mereka mendapatkan galian seperti kemarin. Akhirnya mereka berhasil menggali dan keluar kepada manusia. Mereka meminum air sampai kering dan orang-orang berlindung di benteng mereka. Lalu mereka melemparkan panah-panah mereka ke langit dan ia kembali dengan berlumuran darah. Mereka berkata: ‘Kita telah mengalahkan penduduk bumi dan mengungguli penghuni langit.”
Pembicaraan tentang Ya’juj wa-Ma’juj ini ditutup dengan sebuah hadits An-Nawas bin Sam’an di Shahih Muslim (Mukhtashar Shahih Muslim no. 2048). Dari hadits ini kita mengetahui banyak hal tentangnya.
Rasulullah bersabda: Ketika Isa dalam kondisi demikian, Allah mewahyukan kepada Isa bin Maryam: ‘Sesungguhnya Aku telah mengeluarkan hamba-hamba-Ku, tak seorang pun mampu memerangi mereka, maka bawalah hamba-hamba-Ku berlindung di Ath-Thur’. Lalu Allah mengeluarkan Ya’juj wa-Ma’ juj, dan mereka mengalir dari segala penjuru. Rombongan pertama melewati danau Thabariyah dan meminum airnya. Rombongan terakhir menyusul sementara air danau telah mengering, mereka berkata: ‘Sepertinya dulu di sini pernah ada air’. Nabi Isa AS dan teman-temannya dikepung sehingga kepala sapi bagi mereka lebih berharga daripada 100 dinar, lalu Nabi Isa AS dan kawan-kawan berdoa kepada Allah. Lalu Allah mengirim ulat di leher mereka, maka mereka mati bergelimpangan seperti matinya jiwa yang satu. Kemudian Allah menurunkan Nabi Isa dan kawan-kawannya ke bumi, maka tidak ada sejengkal tempat pun di bumi kecuali dipenuhi oleh bau busuk mereka. Lalu Nabiyullah Isa as dan teman-temannya berdoa kepada Allah, kemudian Allah menurunkan hujan deras yang mengguyur seluruh rumah, baik yang terbuat dari tanah atau kulit binatang. Hujan itu membasuh bumi sehingga ia seperti cermin yang berkilauan.”
4. Kisah mereka dan Raja Dzulkarnain
Ya-juj dan Ma-juj adalah kaum yang banyak keturunannya. Menurut mitos, mereka tidak mati sebelum melihat seribu anak lelakinya membawa senjata. Mereka taat pada peraturan masyarakat, adab dan pemimpinnya. Ada yang menyebut mereka berperawakan sangat tinggi sampai beberapa meter dan ada yang sangat pendek sampai beberapa centimeter. Konon, telinga mereka panjang, tapi ini tidak berdasar. Pada Al-Qur`an surat Al-Kahfi [18] ayat 94, Ya-juj dan Ma-juj adalah kaum yang kasar dan biadab, sebagaimana bunyi kalimat berikut:“Mereka berkata: “Hai Dzulkarnain, sesungguhnya Ya’juj dan Ma’juj[892] itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka?”
Jika mereka melewati perkampungan, membabad semua yang menghalangi dan merusak atau bila perlu membunuh penduduk. Karenya, ketika Dzulkarnain datang, mereka minta dibuatkan benteng agar mereka tidak dapat menembus dan mengusik ketenangan penduduk. Siapakah Dzulkarnain ? Menurut versi Barat, Dzulkarnain adalah Iskandar Bin Philips Al-Maqduny Al-Yunany (orang Mecedonia, Yunani). Ia berkuasa selama 330 tahun. Membangun Iskandariah dan murid Aristoteles. Memerangi Persia dan menikahi puterinya. Mengadakan ekspansi ke India dan menaklukan Mesir.
Menurut Asy-Syaukany, pendapat di atas sulit diterima, karena hal ini mengisyaratkan ia seorang kafir dan filosof. Sedangkan al-Quran menyebutkan; “Sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepadanya di (muka) bumi, dan Kami telah memberikan kepadanya jalan (untuk mencapai) segala sesuatu” (QS. Al-Kahfi [18] : 84). Menurut sejarawan muslim Dzulkarnain adalah julukan Abu Karb Al-Himyari atau Abu Bakar Bin Ifraiqisy dari daulah Al-Jumairiyah (115 SM–552 M).
Kerajaannya disebut At-Tababi’ah. Dijuluki Dzulkarnain (Pemilik dua tanduk), karena kekuasaannya yang sangat luas, mulai ujung tanduk matahari di Barat sampai Timur. Menurut Ibnu Abbas, ia adalah seorang raja yang shalih. Ia seorang pengembara dan ketika sampai di antara dua gunung antara Armenia dan Azzarbaijan. Atas permintaan penduduk, Dzulkarnain membangun sebuah benteng. Dia meminta bijih besi dicurahkan ke lembah antara dua bukit. Lalu minta api dinyalakan sampai besi mencair. Maka jadilah tembok logam yang licin tidak bisa dipanjat.
Para arkeolog menemukan benteng tersebut pada awal abad ke-15 M, di belakang Jeihun dalam ekspedisi Balkh dan disebut sebagai “Babul Hadid” (Pintu Besi) di dekat Tarmidz. Timurleng pernah melewatinya, juga Syah Rukh dan ilmuwan German Slade Verger. Arkeolog Spanyol Klapigeo pada tahun 1403 H. Pernah diutus oleh Raja Qisythalah di Andalus ke sana dan bertamu pada Timurleng. “Babul Hadid” adalah jalan penghubung antara Samarqindi dan India.
5. Beberapa penelitian tentang tembok Ya`juj dan Ma`juj
Abdullah Yusuf Ali dalam tafsir The Holy Qur’an menulis bahwa di distrik Hissar, Uzbekistan, 240 km di sebelah tenggara Bukhara, ada celah sempit di antara gunung-gunung batu. Letaknya di jalur utama antara Turkestan ke India dengan ordinat 38oN dan 67oE. Tempat itu kini bernama buzghol-khana dalam bahasa Turki, tetapi dulu nama Arabnya adalah bab al hadid. Orang Persia menyebutnya dar-i-ahani. Orang Cina menamakannya tie-men-kuan. Semuanya bermakna pintu gerbang besi.
Hiouen Tsiang, seorang pengembara Cina pernah melewati pintu berlapis besi itu dalam perjalanannya ke India di abad ke-7. Tidak jauh dari sana ada danau yang dinamakan Iskandar Kul. Di tahun 842 Khalifah Bani Abbasiyah, al-Watsiq, mengutus sebuah tim ekspedisi ke gerbang besi tadi. Mereka masih mendapati gerbang di antara gunung selebar 137 m dengan kolom besar di kiri kanan terbuat dari balok-balok besi yang dicor dengan cairan tembaga, tempat bergantung daun pintu raksasa. Persis seperti bunyi surat Al Kahfi. Pada Perang Dunia II, konon Winston Churchill, pemimpin Inggris, mengenali gerbang besi itu.
6. Perkiraan lokasi tembok Ya`juj dan Ma`juj berada
Apa pun tentang keberadaan dinding penutup tersebut, ia memang terbukti ada sampai sekarang di Azerbaijan dan Armenia. Tepatnya ada di pegunungan yang sangat tinggi dan sangat keras (pegunungan Kaukasus). Ia berdiri tegak seolah-olah diapit oleh dua buah tembok yang sangat tinggi. Tempat itu tercantum pada peta-peta Islam maupun Rusia, terletak di republik Georgia.
Al-Syarif al-Idrisi menegaskan hal itu melalui riwayat penelitian yang dilakukan Sallam, staf peneliti pada masa Khalifah al-Watsiq Billah (Abbasiah). Konon, Al-Watsiq pernah bermimpi tentang tembok penghalang yang dibangun oleh Iskandar Dzulkarnain untuk memenjarakan Ya’juj dan Ma’juj terbuka.
Mimpi itu mendorong Khalifah untuk mengetahui perihal tembok itu saat itu, juga lokasi pastinya. Al-Watsiq menginstruksikan kepada Sallam untuk mencari tahu tentang tembok itu. Saat itu Sallam ditemani 50 orang. Penelitian tersebut memakan biaya besar. Tersebut dalam Nuzhat al-Musytaq, buku geografi, karya al-Idrisi, Al-Watsiq mengeluarkan biaya 5000 dinar untuk penelitian ini.
Rombongan Sallam berangkat ke Armenia. Di situ ia menemui Ishaq bin Ismail, penguasa Armenia. Dari Armenia ia berangkat lagi ke arah utara ke daerah-daerah Rusia. Ia membawa surat dari Ishaq ke penguasa Sarir, lalu ke Raja Lan, lalu ke penguasa Faylan (nama-nama daerah ini tidak dikenal sekarang). Penguasa Faylan mengutus lima penunjuk jalan untuk membantu Sallam sampai ke pegunungan Ya’juj dan Ma’juj.
27 hari Sallam mengarungi puing-puing daerah Basjarat. Ia kemudian tiba di sebuah daerah luas bertanah hitam berbau tidak enak. Selama 10 hari, Sallam melewati daerah yang menyesakkan itu. Ia kemudian tiba di wilayah berantakan, tak berpenghuni. Penunjuk jalan mengatakan kepada Sallam bahwa daerah itu adalah daerah yang dihancurkan oleh Ya’juj dan Ma’juj tempo dulu. Selama 6 hari, berjalan menuju daerah benteng. Daerah itu berpenghuni dan berada di balik gunung tempat Ya’juj dan Ma’juj berada. Sallam kemudian pergi menuju pegunungan Ya’juj dan Ma’juj. Di situ ia melihat pegunungan yang terpisah lembah. Luas lembah sekitar 150 meter. Lembah ini ditutup tembok berpintu besi sekitar 50 meter.
Dalam Nuzhat al-Musytaq, gambaran Sallam tentang tembok dan pintu besi itu disebutkan dengan sangat detail (Anda yang ingin tahu bentuk detailnya, silakan baca: Muzhat al-Musytaq fi Ikhtiraq al-Afaq, karya al-Syarif al-Idrisi, hal. 934 -938).
Al-Idrisi juga menceritakan bahwa menurut cerita Sallam penduduk di sekitar pegunungan biasanya memukul kunci pintu besi 3 kali dalam sehari. Setelah itu mereka menempelkan telinganya ke pintu untuk mendengarkan reaksi dari dalam pintu. Ternyata, mereka mendengar gema teriakan dari dalam. Hal itu menunjukkan bahwa di dalam pintu betul-betul ada makhluk jenis manusia yang konon Ya’juj dan Ma’juj itu.
Ya’juj dan Ma’juj sendiri, menurut penuturan al-Syarif al-Idrisi dalam Nuzhat al-Musytaq, adalah dua suku keturunan Sam bin Nuh. Mereka sering mengganggu, menyerbu, membunuh, suku-suku lain. Mereka pembuat onar dan sering menghancurkan suatu daerah. Masyarakat mengadukan kelakuan suku Ya’juj dan Ma’juj kepada Iskandar Dzulkarnain, Raja Macedonia. Dzulkarnain kemudian menggiring (mengusir) mereka ke sebuah pegunungan, lalu menutupnya dengan tembok dan pintu besi.
Menjelang Kiamat nanti, pintu itu akan jebol. Mereka keluar dan membuat onar dunia, sampai turunnya Nabi Isa al-Masih. Dalam Nuzhat al-Musytaq, al-Syarif al-Idrisi juga menuturkan bahwa Sallam pernah bertanya kepada penduduk sekitar pegunungan, apakah ada yang pernah melihat Ya’juj dan Ma’juj. Mereka mengaku pernah melihat gerombolan orang di atas tembok penutup. Lalu angin badai bertiup melemparkan mereka. Penduduk di situ melihat tubuh mereka sangat kecil. Setelah itu, Sallam pulang melalui Taraz (Kazakhtan), kemudian Samarkand (Uzbekistan), lalu kota Ray (Iran), dan kembali ke istana al-Watsiq di Surra Man Ra’a, Iraq. Ia kemudian menceritakan dengan detail hasil penelitiannya kepada Khalifah.
Kalau menurut penuturan Ibnu Bathuthah dalam kitab Rahlat Ibn Bathuthah pegunungan Ya’juj dan Ma’juj berada sekitar perjalanan 6 hari dari Cina. Penuturan ini tidak bertentangan dengan al-Syarif al-Idrisi. Soalnya di sebelah Barat Laut Cina adalah daerah-daerah Rusia.
7. Kisah kaum Ya`juj dan Ma`juj di akhir zaman
Dikisahkan, bahwa nanti menjelang kiamat maka fitnah dan kejahatan mereka (Ya’juj dan Ma’juj) sangat besar dan menyeluruh, tiada seorang manusiapun yang dapat mengatasinya. Jumlah mereka (golongannya) pun sangat banyak, sehingga kaum Muslimin akan menyalakan api selama tujuh tahun untuk berlindung dari penyerangan mereka, para pemanah dan perisai mereka. Seperti yang diterangkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibn Majah dari Nawwas berikut ini:
“Maka saat mereka telah keluar (dari dinding tembaga yang mengurung mereka sejak zaman raja Zulkarnain), maka Allah SWT berfirman kepada Isa ibn Maryam: ”Sesungguhnya Aku telah mengeluarkan hamba-hamba (Ya’juj dan Ma’juj) yang tidak mampu diperangi oleh siapapun, maka hendaklah kamu mengasingkan hamba-hamba-Ku ke Thur (Thursina) ”
Dan di Thur terkepunglah Nabiyullah Isa AS beserta para sahabat-nya, sehingga harga sebuah kepala sapi lebih mahal dari 100 dinar kamu hari ini. Kemudian Nabiyullah Isa dan para sahabatnya menginginkan itu, maka mereka tidak menemukan sejengkalpun dari tanah di bumi kecuali ia dipenuhi oleh bau anyir dan busuk mereka. Kemudian Isa AS dan sahabatnya meminta kelapangan kepada Allah SWT maka Allah mengutus seekor burung yang akan membawa mereka kemudian menurunkan mereka sesuai dengan kehendak Allah. Kemudian Allah menurunkan air hujan yang tidak meninggalkan satu rumahpun di kota atau di kampung, maka Ia membasahi bumi sehingga menjadi seperti sumur yang penuh” (HR. Ahmad, Muslim dan At-Tirmidzi dari An-Nawwas bin Sam’am)
Dahsyatnya fitnah dan kejahatan kaum Ya’juj dan Ma’juj ini juga digambarkan dalam sebuah hadits Rasulullah SAW sebagaimana berikut:
Rasulullah bersabda : Dinding pembatas Ya’juj dan Majjuj akan terbuka, maka mereka akan menyerang semua manusia, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: “Dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat-tempat yang tinggi” (QS . Al Anbiyaa’ : 96). Maka mereka akan menyerang manusia, sedangkan kaum Muslim akan berlarian dari mereka ke kota-kota dan benteng-benteng mereka, sambil membawa binatang-binatang ternak bersama mereka. Sedangkan mereka (Ya’juj dan Majjuj) meminum semua air di bumi, sehingga apabila sebagian dari mereka melewati sebuah sungai maka merekapun meminum air sungai tersebut sampai kering dan ketika sebagian yang lain dari mereka melewati sungai yang sudah kering tersebut, maka mereka berkata: “Dulu di sini pernah ada air”. Dan apabila tidak ada lagi manusia yang tersisa kecuali seorang saja di sebuah kota atau benteng, maka berkatalah salah seorang dari mereka (Ya’juj dan Ma’juj): “Penduduk bumi sudah kita habisi, maka berikutnya yang tertinggal adalah penduduk langit“, kemudian salah seorang dari mereka melemparkan tombaknya ke langit, dan tombak tersebut kembali dengan berlumur darah yang menunjukkan suatu bencana dan fitnah. Maka tatkala rnereka sedang asyik berbuat demikian, Allah Subhanahu wa Ta’ala mengutus ulat ke pundak mereka seperti ulat belalang yang keluar dari kuduknya, maka pada pagi harinya mereka pun mati dan tidak terdengar satu nafaspun. Setelah itu kaum Muslim berkata: “Apakah ada seorang laki-laki yang berani mati untuk melihat, apa yang sedang dilakukan oleh musuh kita ini?” maka majulah salah seorang dari mereka dengan perasaan tak takut mati, kemudian dia menemukan bahwa mereka semua (Yajuj dan Majjuj) telah mati dalam keadaan sebagian mereka di atas sebagian yang lain (bertumpukan), maka laki-laki tersebut berseru: “Wahai semua kaum Muslim bergembiralah kalian, sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala sendiri sudah membinasakan musuhmu”, maka mereka pun keluar dari kota-kota dan benteng-benteng dan melepaskan ternak-ternak mereka ke padang-padang rumput kemudian padang rumput tersebut dipenuhi oleh daging-daging binatang ternak, maka semua susu ternak tersebut gemuk (penuh) seperti tunas pohon yang paling bagus yang tidak pernah dipotong” (Hadits riwayat Ahmad, Ibn Majah, Ibn Hiban dan Hakim dari Abu Sa’id RA)
8. Penutup
Demikianlah uraian singkat mengenai kaum Ya`juj dan Ma`juj ini. Semoga dengannya bisa menambah wawasan bagi para pembaca sekalian. Terbesit harapan agar kita semua semakin menyadari bahwa sejarah masa lalu itu janganlah pernah di lupakan. Tujuannya adalah untuk kembali mengingatkan kita tentang nilai-nilai kebaikan yang pernah dilakukan oleh orang-orang terdahulu. Atau tentang peringatan-peringatan yang pernah Allah dan Rasulullah berikan bagi kehidupan kita. Selain itu juga untuk mengingatkan diri kita tentang apa yang perlu dilakukan sejak kini hingga masa depan nanti. Sehingga waktu-waktu yang kita lalui nanti tetap berjalan pada arah yang lurus dan benar.
READ MORE - PENEMUAN TEMBOK YA`JUJ WA MA`JUJ

DAHSYATNYA HARI KIAMAT

Kita perlu mefikirkan dan merenungkan dari sela-sela kehidupan ini, tentang hari ahir yang Allah SWT. janjikan yaitu Yaumil Qiyamah  atau Akhir dari kehidupan dunia. Dengan kesederhanaan bahasa dan apa adanya. Ringkasan ini kami hantarkan, yang pada intinya untuk mengingatkan kita akan betapa dahsyatnya Hari Kiamat dan Padang Mahsyar. Sekaligus sebagai bahan renungan bagi kita semua. ini adalah sebagian kecil yang mampu manusia gambarkan tentang hari tersebut. Dirujuk dari Kitab "AQIDATUN NAJIN" Karangan SYEIKH ZAINAL ABIDIN MUHAMMAD AL-FATHANI. Pustaka Nasional Singapura 2004
Dahsyatnya Hari Kiamat Dan Padang Mahsyar. r
Hari yang Pasti Terjadi
Gambaran Hari Qiamat
✐ Selepas Malaikat Israfil meniup sangkakala (bentuknya seperti tanduk besar) yang memekakkan telinga, seluruh makhluk mati kecuali malaikat Izrail & beberapa malaikat yang lain. Selepas itu, Izrail pun mencabut nyawa malaikat yang tinggal dan akhirnya nyawanya sendiri.
✐ Selepas semua makhluk mati, Tuhan pun berfirman mafhumnya “Kepunyaan siapakah kerajaan hari ini?” Tiada siapa yang menjawab. Lalu Dia sendiri menjawab dengan keagunganNya “Kepunyaan Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa.” Ini menunjukkan kebesaran & keagunganNya sebagai Tuhan yg Maha Kuasa lagi Maha Kekal Hidup Abadi.
✐ Selepas 40 tahun, Malaikat Israfil a.s. dihidupkan, seterusnya meniup sangkakala untuk yang ke dua kalinya, lantas seluruh makhluk hidup semula di atas bumi putih, berupa padang Mahsyar (umpama padang Arafah) yang rata tidak berbukit atau bulat seperti bumi.
✐ Semua manusia hidup melalui benih anak Adam yg disebut “Ajbuz Zanbi” yang berada di ujung tulang belakang mereka. Hiduplah manusia umpama batang yang kembang membesar dari biji benih.
✐ Semua manusia dan jin dibangkitkan dalam keadaan telanjang dan hina. Mereka tidak rasa malu karena ketika itu hati mereka sangat takut dan bimbang tentang nasib & masa depan yang akan mereka hadapi kelak.
✐ Lalu datanglah api yang berterbangan dengan bunyi gemuruh yang menghalau manusia, jin dan binatang ke tempat perhimpunan besar. Bergeraklah mereka menggunakan tunggangan (bagi yang banyak amal), berjalan kaki (bagi yang kurang amalan) dan berjalan dengan muka (bagi yang banyak dosa). Ketika itu, ibu akan lupakan anak, suami akan lupakan isteri, setiap manusia sibuk memikirkan nasib mereka.
✐ Setelah semua makhluk dikumpulkan, matahari dan bulan dihapuskan cahayanya, lalu mereka tinggal dalam kegelapan tanpa cahaya. Dan disitu, berlakulah huru-hara yang sangat dahsyat.
✐ Tiba-tiba langit yang tebal pecah dengan bunyi yang dahsyat, lalu turunlah malaikat sambil bertasbih kepada Allah SWT. Seluruh makhluk terkejut melihat bentuk malaikat yang besar dan suaranya yang menakutkan.
✐ Kemudian matahari muncul dengan panas yang dilipatgandakan. Hingga dirasakan seakan-akan matahari berada sejengkal dari atas kepala mereka. Ulama berkata jika matahari naik di bumi seperti keadaannya naik dihari Kiamat nescaya seluruh bumi terbakar, gunung hancur dan sungai menjadi kering. Lalu mereka rasai kepanasan dan bermandikan keirngat sehingga keringat mereka menjadi lautan. Timbul atau tenggelam mereka bergantung pada amalan masing-masing. Keadaan mereka berlanjutan sehingga 1000 tahun.
✐ Terdapat satu telaga kepunyaan Nabi Muhammad SAW bernama Al-Kausar yang mengandungi air yang hanya dapat diminum oleh orang mukmin saja. Orang bukan mukmin akan dihalau oleh malaikat yang menjaganya. Jika diminum airnya tidak akan haus selama-lamanya. Kolam ini berbentuk segi empat kira-kira tepat sebesar satu bulan perjalanan. Bau air kolam ini lebih harum dari kasturi, warnanya lebih putih dari susu dan rasanya lebih sejuk dari embun. Ia mempunyai saluran yang mengalir dari syurga.

 Semua makhluk berada bawah cahaya matahari yang terik kecuali 7 golongan yang mendapat teduhan dari Arasy. Mereka ialah:
ⅰ- Pemimpin yang adil.
ⅱ- Orang muda yang taat kepada perintah Allah.
ⅲ- Lelaki yang terikat hatinya dengan masjid.
ⅳ- Dua orang yang bertemu kerana Allah dan berpisah kerana Allah.
ⅴ- Lelaki yang diajak oleh wanita berzina, tetapi dia menolak dengan berkata “Aku takut pada Allah”.
ⅵ- Lelaki yg bersedekah dengan bersembunyi (tidak diketahui orang ramai).
ⅶ- Lelaki yang suka bersendirian mengingati Allah lalu mengalir air matanya kerana takutkan Allah.
✐ Oleh kerana tersangat lama menunggu di padang mahsyar, semua manusia tidak tahu berbuat apa melainkan mereka yang beriman, kemudian mereka terdengar suara “pergilah berjumpa dengan para Nabi”. Maka mereka pun pergi mencari para Nabi. Pertama sekali kumpulan manusia ini berjumpa dengan Nabi Adam tetapi usaha mereka gagal karena Nabi Adam a.s menyatakan beliau juga melakukan kesalahan dengan Allah SWT. Maka kumpulan besar itu kemudiannya berjumpa Nabi Nuh a.s., Nabi Ibrahim a.s., Nabi Musa a.s., Nabi Isa a.s. (semuanya memberikan alasan seperti Nabi Adam a.s.) dan akhirnya mereka berjumpa Rasullullah SAW. Jarak masa antara satu nabi dengan yang lain adalah 1000 tahun perjalanan.
✐ Lalu berdoalah baginda Nabi Muhammad SAW ke hadirat Allah SWT. Lalu diperkenankan doa baginda.
✐ Selepas itu, terdengar suara dahsyat dan kuat yang memekikkan telinga hingga menakutkan hati semua makhluk kerana mereka sangka azab akan turun. Lalu terbelah langit, turunlah Arasy Tuhan yang dipikul oleh 8 malaikat yang sangat besar (besarnya sejarak perjalanan 20 ribu tahun) sambil bertasbih dengan suara yang amat kuat sehingga ‘Arasy itu tiba di Padang Mahsyar tersebut.
✐ ‘Arasy ialah jisim nurani yang amat besar berbentuk kubah (bumbung bulat) yang mempunyai 4 batang tiang yang sentiasa dipikul oleh 4 orang malaikat yang besar dan gagah. Dalam bahasa yang mudah dipahami seumpama istana yang mempunyai seribu bilik yang menempatkan jutaan malaikat di dalamnya. Ia dilingkungi embun yang menghijab dengan cahayanya yang sangat  kuat.
✐ Kursi yaitu jisim nurani yang terletak di hadapan Arasy yang dipikul oleh 4 orang malaikat yang sangat besar. Bentuk  kursi lebih kecil dari ‘Arasy umpama cincin ditengah padang . Dalam bahasa mudah ia umpama singgahsana yang terletak dihadapan istana.
✐ Seluruh makhluk pun menundukkan kepala karena takut. Lalu dimulailah timbangan amal (Yaumul Khisab). Ketika itu berterbanganlah kitab amalan masing-masing turun dari bawah Arasy menuju ke leher pemiliknya tanpa salah dan tergantunglah ia sehingga mereka dipanggil untuk dihisab. Kitab amalan ini telah ditulis oleh malaikat Hafazhah / Raqib & ‘Atid / Kiraman Katibin.
✐ Manusia beratur dalam saf (barisan) mengikut Nabi dan pemimpin masing- masing. Orang kafir & munafik beratur bersama pemimpin mereka yang zalim. Setiap pengikut ada tanda mereka tersendiri untuk dibedakan.
✐ Umat yang pertama kali dihisab adalah umat Nabi Muhammad SAW, dan amalan yang pertama kali dihisab adalah solat. Sedangkan hukum yang pertama kali diputuskan adalah perkara pertumpahan darah.
✐ Apabila tiba giliran seseorang hendak dihisab amalannya, malaikat akan mencabut kitab mereka lalu diserahkan, lalu pemiliknya mengambil dengan tangan kanan bagi orang mukmin dan dengan tangan kiri jika orang bukan mukmin.
✐ Semua makhluk akan dihisab amalan mereka menggunakan satu Neraca Timbangan. Ukurannya amat besar, mempunyai satu tiang yang mempunyai lidah dan 2 daun. Daun yang bercahaya untuk menimbang pahala dan yang gelap untuk menimbang dosa.
✐ Acara ini disaksikan oleh Nabi Muhammad SAW dan para imam 4 mazhab untuk menyaksikan pengikut masing-masing dihisab.
✐ Perkara pertama yang diminta ialah Islam. Jika dia bukan Islam, maka seluruh amalan baiknya tidak ditimbang namun,  amalan buruk tetap akan ditimbang.
✐ Ketika dihisab, mulut manusia akan dipateri, tangan akan berkata- kata, kaki akan menjadi saksi. Tiada tolak-dalih dan hujah tipuan. Semua akan di adili oleh Allah Ta’ala dengan Maha Bijaksana.
✐ Setelah amalan ditimbang, mahkamah Mahsyar dibuka kepada semua untuk menuntut hak masing-masing dari makhluk yang sedang dibicara sehinggal seluruh makhluk berpuas hati dan diperbolehkan menyeberangi titian sirat.

 Syafaat Nabi Muhammad SAW di akhirat :
ⅰ- Meringankan penderitaan makhluk di Padang Mahsyar dengan mempercepatkan hisab.
ⅱ- Memasukkan manusia ke dalam syurga tanpa hisab.
ⅲ- Mengeluarkan manusia yang mempunyai iman sebesar zarah dari neraka.
(Semua syafaat ini tertakluk kepada keizinan Allah SWT.)
✐ Para nabi dan rasul serta golongan khawas juga diberikan izin oleh Tuhan untuk memberi syafaat kepada para pengikut mereka. Mereka ini berjumlah 70 000. Setiap seorang dari mereka akan mensyafaatkan 70 000 orang yang lain.
✐ Setelah berjaya dihisab, manusia akan mengawali perjalan menuju syurga melintasi jambatan sirat. Siratul Mustaqim ialah jambatan (titian) yang terbentang di bawahnya neraka. Lebar jambatan ini adalah seperti sehelai rambut yang dibelah tujuh dan ia lebih tajam dari mata pedang. Bagi orang mukmin ia akan dilebarkan dan dimudahkan menyeberanginya.
Fudhail bin Iyadh berkata perjalanan di Sirat memakan masa 15000 tahun. 5000 tahun menaik, 5000 tahun mendatar dan 5000 tahun menurun. Ada makhluk yang melintasinya seperti kilat, seperti angin, menunggang binatang korban dan berjalan kaki. Ada yang tidak dapat melepasinya disebabkan api neraka sentiasa menarik kaki mereka, lalu mereka jatuh ke dalamnya.
✐ Para malaikat berdiri di kanan dan kiri sirat mengawasi setiap makhluk yang lalu. Setiap 1000 orang yang meniti sirat, hanya seorang sahaja yang Berjaya melepasinya. 999 orang akan terjatuh ke dalam neraka.
Rujukan: Kitab Aqidatun Najin karangan Syeikh Zainal Abidin Muhammad Al- Fathani. Pustaka Nasional Singapura 2004.
☞ Jika sekiranya kalian ingin mengumpul saham akhirat, sampaikanlah ilmu ini kepada sahabat² yang lain. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW: ❝ Sampaikanlah pesananku walaupun satu ayat. ❞ Sesungguhnya apabila matinya seseorang anak Adam itu, hanya 3 perkara yang akan dibawanya bersama :
① Sodaqoh/amal jariahnya.
② Doa anak yang soleh.
③ Ilmu yang bermanfaat yang disampaikannya kepada orang lain.
SEMOGA BERMANFAAT DAN MENJADI BAHAN RENUNGAN BAGI KITA SEMUA


READ MORE - DAHSYATNYA HARI KIAMAT

Selasa, 09 Agustus 2011

SEJARAH NAMA2 BULAN HIJRIAH


Mungkin banyak masyarakat Islam indonesia khususnya, mengerti dan sadar akan bulan hijriyah apabila Puasa (Romadhon), Lebaran idul fitri (Syawal), Lebaran Haji (Dzul Hijah), dan Tahun baru Islam (Muharram). Yah lumayan paling tidak sudah empat nama bulan yang familiar di ingatan kita:), namun tak jarang diantara kita tidak hafal dari nama-nama bulan Hijriah tersebut.

Alangkah baiknya kita tahu nama-nama bulan yang lain dan gimana sih supaya rada gampang mengigatnya? Seprti pribahasa bias karena sdah biasa hehehe. Itu yang paling jitu, yaitu kalau kita sering menggunakannya atau mengucapkannya maka kita tidak akan lupa dan terbiasa.

Tapi alangkah baiknya dan biar lebih menggigit yaitu apabila kita tahu sejarah nama-nama bulan diantaranya :
MUHARRAM, konon kabarnya dulu sebelum Islam masuk di semenanjung arab, bulan ini di sepakati sebagai bulan yg diHARAMkan untuk berperang, sehingga dinamankan MUHARRAM. Tetapi pada masa tersebut penanggalan menggunakan kalender LUNISOLAR, yaitu penanggalan dengan acuan matahari. Dan bulan MUHARRAM dan biasa di sebut RA'S SANAH atau kepala tahun, bertepatan dengan berakhirnya musim panas. Yang pada masa itu bertepetan dengan bulan September

SYAFFAR, yang berarti Kuning karena Pada bulan Oktober (Pada masa itu) daun daun mulai menguning sehingga bulan ini dinamakan Syaffar.

RABIUL AWAL, Bertepatan dengan Bulan Nopember (pada waktu itu) daun mulai berguguran, karena kata “RABI” dalam bahasa arab berarti musim gugur.

RABIUL AKHIR, Pada bulan Desember (pada waktu itu) adalah berkhirnya musim gugur, maka buln itu dinamakn Rabiul Akhir “Rabi” yang berarti Musim gugur dan “Ahir” yang berarti selesai.
JUMADIL AWWAL, yang berasal dari kata “JUMAD” yang berarti beku dan AWWAL yang berarti mulai, di sebut jumadil Awwal, yang pada saat itu bertepatan dengan Januari dan
JUMADIL AKHIR yang berarti akhir dari musim beku yang berbarengan dengan bulan Pebruari pada saat itu.

RAJAB, yang pada saat itu bertepatan dengan bulan Maret dimana salju mencair karena ditilik dari segi bahasa Arab kata “Rajab” yang bermakna mencairnya salju, maka di sebut bulan Rajab.
.
SYA`BAN, yang bertepatan dengan bulan april pada masa itu musim semi tiba. Sya`ban yang diambil dari kata “Syi`ib” yg berarti lembah. Mungkin anda bertanya kok bisa dinamakan lembah, sebab pada bulan ini saatnya turun ke lembah lembah untuk mengolah pertanian atau menggembala ternak. Karena musim semi telah tiba.

ROMADHON, yang bertepatan dengan bulan mei yang mana memulai panas membakar kulit, bulan ini dinamai “Romadhon” yg berarti pembakaran.

SYAWWAL, yang bertepatan dengan bulan Juni pada saat itu, adalah disebabkan panas itu yang kian meningkat maka di sebutlah “Syawwal” yang berarti Peningkatan atau Puncak dari musim panas.


DZULQOIDAH, yang bertepatan dengan bulan Juli (pada masa itu), pada musim ini masyarakat lebih senang duduk duduk dari pada bepergian, karena musim panas mencapai puncak tertingginya maka dari itu dinamakan bulan Dzulqoidah, yang mana diambil dari kata Qoi`d yang berarti duduk.

DZUL HIJJAH, Dan terkhir yaitu bualn yaitu bulan haji karena pada bulan itu masyarakat sana menunaikan ibadah haji ajaran nenek moyang kita Nabi Ibrahim a.s.

REFERENSI LAIN DARI SEJARAH BULAN HIJRIAH
Setiap bulan diawali saat munculnya hilal, berselang-seling 30 atau 29 hari, sehingga 354 hari setahun, 11 hari lebih cepat dari kalender solar yang setahunnya 365 hari. Agar kembali sesuai dengan perjalanan matahari dan agar tahun baru selalu jatuh pada awal musim gugur, maka dalam setiap periode 19 tahun ada tujuh buah tahun yang jumlah bulannya 13 (satu tahunnya 384 hari). Bulan interkalasi atau bulan ekstra ini disebut nasi' yang ditambahkan pada akhir tahun sesudah Dzul-Hijjah.\

Ternyata, tidak semua kabilah di Semenanjung Arabia sepakat mengenai tahun-tahun mana saja yang mempunyai bulan nasi'. Masing-masing kabilah seenaknya menentukan bahwa tahun yang satu 13 bulan dan tahun yang lain cuma 12 bulan. Lebih celaka lagi, jika suatu kaum memerangi kaum lainnya pada bulan Muharram (bulan terlarang untuk berperang) dengan alasan perang itu masih dalam bulan nasi', belum masuk Muharram, menurut kalender mereka. Akibatnya, masalah bulan interkalasi ini banyak menimbulkan permusuhan di kalangan masyarakat Arab.
Setelah masyarakat Arab memeluk agama Islam dan bersatu di bawah pimpinan Nabi Muhammad SAW, maka turunlah perintah Allah SWT agar umat Islam memakai kalender lunar yang murni dengan menghilangkan bulan nasi'. Hal ini, tercantum dalam kitab suci Alquran Surat Attaubah ayat 36 dan 37. Dengan turunnya wahyu Allah di atas, Nabi Muhammad SAW mengeluarkan dekrit bahwa kalender Islam tidak lagi bergantung kepada perjalanan matahari.
Meskipun nama-nama bulan dari Muharam sampai Dzul-Hijjah tetap digunakan karena sudah populer pemakaiannya, bulan-bulan tersebut bergeser setiap tahun dari musim ke musim, sehingga Ramadhan ("pembakaran") tidak selalu pada musim panas dan Jumadil-Awwal ("beku pertama") tidak selalu pada musim dingin.Mengapa harus kalender lunar murni?
Hal ini, disebabkan agama Islam bukanlah hanya untuk masyarakat Arab di Timur Tengah saja, melainkan untuk seluruh umat manusia di berbagai penjuru bumi yang letak geografis dan musimnya berbeda-beda. Sangatlah tidak adil, jika misalnya Ramadhan (bulan menunaikan ibadah puasa) ditetapkan menurut sistem kalender solar atau lunisolar, sebab hal ini mengakibatkan masyarakat Islam di suatu kawasan berpuasa selalu di musim panas atau selalu di musim dingin.

Sebaliknya, dengan memakai kalender lunar yang murni, masyarakat Kazakhstan atau umat Islam di London berpuasa 18 jam di musim panas, tetapi berbuka puasa pukul empat sore di musim dingin. Umat Islam yang menunaikan ibadah haji pada suatu saat merasakan teriknya matahari Arafah di musim panas, dan pada saat yang lain merasakan sejuknya udara Makkah di musim dingin.

Pada masa Nabi Muhammad SAW, penyebutan tahun berdasarkan suatu peristiwa yang dianggap penting pada tahun tersebut. Misalnya, Nabi Muhammad saw lahir tanggal 12 Rabi`ul-Awwal Tahun Gajah ('Am al-Fil), sebab pada tahun tersebut pasukan bergajah, raja Abrahah dari Yaman berniat menyerang Ka'bah.

Ketika Nabi Muhammad saw wafat tahun 632, kekuasaan Islam baru meliputi Semenanjung Arabia. Tetapi, pada masa Khalifah Umar ibn Khattab (634-644) kekuasaan Islam meluas dari Mesir sampai Persia. Pada tahun 638, Gubernur Irak Abu Musa al-Asy`ari berkirim surat kepada Khalifah Umar di Madinah, yang isinya antara lain: "Surat-surat kita memiliki tanggal dan bulan, tetapi tidak berangka tahun. Sudah saatnya umat Islam membuat tarikh sendiri dalam perhitungan tahun."

Khalifah Umar ibn Khattab menyetujui usul gubernurnya ini. Terbentuklah panitia yang diketuai Khalifah Umar sendiri dengan anggota enam Sahabat Nabi terkemuka, yaitu Utsman ibn Affan, Ali ibn Abi Talib, Abdurrahman ibn Auf, Sa`ad ibn Abi Waqqas, Talhah ibn Ubaidillah, dan Zubair ibn Awwam. Mereka bermusyawarah untuk menentukan Tahun Satu dari kalender yang selama ini digunakan tanpa angka tahun. Ada yang mengusulkan perhitungan dari tahun kelahiran Nabi ('Am al-Fil, 571 M), dan ada pula yang mengusulkan tahun turunnya wahyu Allah yang pertama ('Am al-Bi'tsah, 610 M). Tetapi, akhirnya yang disepakati panitia adalah usul dari Ali ibn Abi Talib, yaitu tahun berhijrahnya kaum Muslimin dari Makkah ke Madinah ('Am al-Hijrah, 622 M).

Ali ibn Abi Talib mengemukakan tiga argumentasi. Pertama, dalam Alquran sangat banyak penghargaan Allah bagi orang-orang yang berhijrah (al-ladzina hajaru). Kedua, masyarakat Islam yang berdaulat dan mandiri baru terwujud setelah hijrah ke Madinah. Ketiga, umat Islam sepanjang zaman diharapkan selalu memiliki semangat hijriyah, yaitu jiwa dinamis yang tidak terpaku pada suatu keadaan dan ingin berhijrah kepada kondisi yang lebih baik.
Maka, Khalifah Umar ibn Khattab mengeluarkan keputusan bahwa tahun hijrah Nabi adalah Tahun Satu, dan sejak saat itu kalender umat Islam disebut Tarikh Hijriyah. Tanggal 1 Muharram 1 Hijriyah bertepatan dengan 16 Tammuz 622 Rumi (16 Juli 622 Masehi). Tahun keluarnya keputusan Khalifah itu (638 M) langsung ditetapkan sebagai tahun 17 Hijriyah. Dokumen tertulis bertarikh Hijriyah yang paling awal (mencantumkan Sanah 17 = Tahun 17) adalah Maklumat Keamanan dan Kebebasan Beragama dari Khalifah Umar ibn Khattab kepada seluruh penduduk Kota Aelia (Yerusalem) yang baru saja dibebaskan laskar Islam dari penjajahan Romawi.
Kalender Hijriyah setiap tahun 11 hari lebih cepat dari kalender Masehi, sehingga selisih angka tahun dari kedua kalender ini lambat laun makin mengecil. Angka tahun Hijriyah pelan-pelan 'mengejar' angka tahun Masehi, dan menurut rumus di atas keduanya akan bertemu pada tahun 20526 Masehi yang bertepatan dengan tahun 20526 Hijriyah. Saat itu, kita entah sudah berada di mana. "Demi waktu. Sesungguhnya manusia benar-benar dalam kerugian." Begitulah, pesan Alquran dalam surah Al-'Ashr.

Ikhtisar
· Sebelum kedatangan Islam, masyarakat Arab memakai kalender lunisolar yang berpatokan pada matahari.
· Pada kalender tersebut, setiap 19 tahun terdapat tujuh tahun yang mendapat tambahan bulan untuk menyesuaikan awal tahun dengan musim gugur.
· Penetapan penambahan bulan kerap memicu pertikaian di antara para suku.
· Turun perintah Allah untuk menggunakan kalender lunar murni.
· Kalender lunar murni memberikan keadilan bagi seluruh warga bumi, misalnya dalam hal beban puasa.
· Khalifah Umar ibn Khattab memutuskan peristiwa hijrah Nabi dari Makkah ke Madinah sebagai tahun 1 yang diusulkan Ali ibn Abi Thalib.
1. Muharram = Haram Berperang (Awal Tahun/Tahun Baru)
2. Syaffar = Kuning (Daun Mulai Menguning)
3. Rabi'ul Awwal = Rabi (Gugur) = Awal Musim Gugur
4. Rabi'ul Akhir = Rabi (Gugur) = Akhir Musim Gugur
5. Jumadil Awwal = Jumaid (Beku) = Awal Musim Dingin
6. Jumadil Akhir = Jumaid (Beku) = Akhir Musim Dingin
7. Rajab = Rajab ( Mencair )
8. Sya'ban = Syi'ib (Lembah) = Mulai Bercocok Tanam Dan Menggembala/Di Lembah
9. Romadhon = Pembakaran = Mulai Musim Panas
10. Syawwal = Peningkatan = Panas Meningkat
11. Dzul Qoidah = Qo'id ( Duduk) = Puncak Musim Panas
12. Dzul Hijjah = Haji = Pelaksanaan Ibadah Haji
READ MORE - SEJARAH NAMA2 BULAN HIJRIAH

Selasa, 28 Juni 2011

Jalan Terextreme Di dunia

Pada suatu waktu atau lain, sebagian besar pembalap menghadapi kondisi jalan tidak aman. Bahaya dapat muncul dalam berbagai bentuk, misalnya, cuaca buruk, pengemudi mabuk, dan kesalahan manusia sederhana semua dapat mempersulit perjalanan dinyatakan lancar. Di sisi lain, kadang-kadang kondisi jalan itu sendiri dapat menempatkan hidup Anda dalam bahaya.
Beberapa jalan berikut tampak normal, namun sebenarnya memiliki tingkat kematian yang tinggi. Lain hanya terlihat sangat gila. Dan, tentu saja, beberapa jalan jatuh ke dalam kedua kategori.
Daftar ini didedikasikan untuk semua putih-erat, takut driver yang terpaksa berani jalan yang berbahaya - dan untuk semua orang gila yang menavigasi mereka untuk bersenang-senang.

10. Grand Trunk Road (India)

Dibangun oleh Pashtun kaisar Sher Shah Suri dalam abad ke-16, Grand Trunk India Jalan (juga dikenal sebagai GT) meliputi lebih dari 1.500 mil dari Bangladesh di timur ke Pakistan di barat, melayani sebagai salah satu jalan utama di India benua. Selama bertahun-tahun, telah berfungsi baik sebagai rute perdagangan besar dan nyaman sebagai hak-cara-untuk menyerang tentara.
GT dianggap berbahaya bukan karena ketinggian berisiko atau kondisi jalan menyedihkan, tetapi karena kemacetan lalu lintas. Truk, bus, sepeda, pejalan kaki, dan hewan telah berbalik bagian dari jalan ini banyak digunakan menjadi pusing. Jika Anda berencana untuk mengemudi di sini, Anda akan ingin sebagai peringatan mungkin. Foto: oleh Git Beardy

9. San Isidro de Umum - Cartago (Kosta Rika)

 
Jalan Pan-Amerika memiliki banyak peregangan berbahaya, tetapi jalan lama yang melewati pegunungan Kosta Rika untuk menghubungkan San Isidro de Jenderal dan Cartago sangat berbahaya.
Titik tinggi dalam berlalu dikenal sebagai Cerro de la Muerte, atau Gunung Kematian - bukan teknis karena jalan, tetapi karena orang yang bepergian melewati jalan sebelum jalan ada sering tidak bertahan perjalanan dingin. Namun, nama terjadi menjadi deskriptor tepat untuk jalan itu sendiri, yang tes driver dengan lubang yang berlebihan, curam, kurva yang sempit, dan banyak kabut. Ketinggian jalan itu (13.000 kaki) juga bisa menyebabkan penyakit ketinggian, driver merusak lebih lanjut.
Selain bahaya ini, Anda juga dapat mengharapkan untuk berurusan dengan kebiasaan ceroboh bus lokal dan sopir truk, yang cenderung untuk mendorong sangat agresif dan tidak bertanggung jawab meskipun kondisi tidak aman. Untungnya, jalan beraspal baru antara Dominical Quepos dan baru selesai, yang akan memberikan alternatif wisatawan ke Gunung Kematian rute.

8. Sichuan - Tibet Highway (Cina)

 
Ketinggian tinggi Sichuan Cina - Tibet Jalan Raya mencakup sekitar 1.500 mil antara Chengdu di timur dan Lhasa (Tibet) di sebelah barat, menawarkan pilihan antara rute utara atau selatan. Kedua pilihan membanggakan pemandangan yang indah, puncak gunung yang sangat besar, atraksi budaya dan sejarah berbagai, dan sungai terkenal. Que'er Gunung lulus, titik tertinggi di rute, naik ke lebih dari 20.000 kaki.
Seperti jalan lain yang membelah gunung-gunung, Sichuan - Tibet Jalan Raya rentan terhadap tanah longsor, batu jatuh, dan kondisi cuaca ekstrim yang dapat menutup jalan untuk bulan pada suatu waktu.Tambahkan longsoran dan penyakit ketinggian lineup, dan Anda bisa menemukan diri Anda dalam kondisi mengemudi lebih aman. Ini tentu rute besar untuk jalan-jalan, namun perlu diingat bahwa hal itu juga akan menambah dosis yang baik intensitas untuk petualangan Anda mengemudi.

7. Skipper Jalan (Selandia Baru)

 
Pada tahun 1862, beberapa gembala menemukan emas di Sungai Shotover dekat Queenstown, Selandia Baru, mendorong emas langsung terburu-buru. Hal ini pada gilirannya mengharuskan penciptaan sebuah rute akses, dan hasilnya adalah Skipper Road, jalur, yang sempit berkelok-kelok, dan exhilaratingly berbahaya sehingga twists dan ternyata sekitar 16 mil ½ melalui Skipper Canyon.
Diukir dan mengecam langsung dari batuan padat oleh buruh Cina, Skipper Jalan mengambil 22 tahun untuk menyelesaikan, dan tidak terlihat jauh berbeda hari ini daripada ketika pertama kali diciptakan. Di sebagian besar tempat itu terlalu sempit untuk kendaraan melewati satu sama lain, tidak ada pagar, dan drop-off meninggalkan sama sekali tidak ada ruang untuk kesalahan.
Indah, ya, tapi juga berisiko. Kecuali Anda seorang pencari sensasi, meninggalkan mengemudi dengan pemandu wisata, dan perlu diingat bahwa perusahaan penyewaan mobil mungkin tidak akan memungkinkan Anda untuk menjelajahi Skipper Jalan dengan kendaraan mereka.

6. Halsema Highway (Filipina)

Terletak di pulau Luzon, Highway Halsema berjalan melalui Lembah Cordillera Tengah di Filipina dari Baguio untuk Bontoc dan lebih jauh menuju Tabuk dan Tuguegarao. Tanah longsor dan jatuh rock umum, sering terdampar pengendara untuk jangka waktu yang lama. Banyak bagian jalan masih beraspal, meskipun bekerja adalah seharusnya dalam proses untuk membawa beberapa perbaikan, dan ada banyak drop-off yang cukup curam untuk membunuh Anda.
Kondisi berkabut dipasangkan dengan kurangnya pagar sangat dibutuhkan di daerah tertentu hanya mempersulit kondisi Jalan Raya Halsema sudah berbahaya. Rekening lokal juga menunjukkan bahwa bus melintasi rute ini kurang dari perhatian ketika datang ke aturan jalan, jadi perhatikan langkah Anda.Foto: 

5. Patiopoulo - Perdikaki Jalan (Yunani)

 
Di daerah pegunungan Agrafa Yunani, rute yang menghubungkan Patiopoulo dan Perdikaki adalah contoh mengerikan jalan yang memerlukan perhatian yang konstan dan perawatan dari wisatawan mereka. Lubang dan longgar, kerikil licin melemahkan kontrol pengemudi sementara gangguan dari lalu lintas yang padat, pejalan kaki, dan ternak menciptakan bahaya tambahan. Banyak bagian yang sangat curam dan sempit, menuntut paling hati-hati.
Tapi ada kegilaan yang lebih terlibat di sini - tampaknya jalan termasuk tajam drop-off pada tidak hanya satu, tapi di kedua sisi. Dan tidak ada hambatan. Ketat untuk kesenangan Anda mengemudi, tentu saja.

4. Luxor - Al - Jalan Hurghada (Mesir)

Jalan yang menghubungkan Luxor (lokasi kota kuno Thebes) dengan kota resor Laut Merah Mesir Hurghada sudah beraspal, ditandai, dan tampaknya relatif aman. Namun, bandit, teroris upaya untuk meruntuhkan industri pariwisata, dan driver takut memiliki semua digabungkan untuk mengubah rute ini menjadi mimpi buruk yang besar.
Serangan kekerasan di sepanjang jalan ini cukup berbahaya sendiri, tetapi apa yang kadang-kadang membuat lebih buruk lagi adalah kenyataan bahwa kebanyakan orang yang menyetir di malam hari tidak menggunakan lampu karena takut mengumumkan pendekatan mereka. Ya, itu bisa menjadi cara yang bagus untuk menghindari musuh yang tak terlihat, tetapi juga mengundang bencana lain dalam bentuk kepala-on tabrakan.
Gaib bisa menyelamatkan Anda dari satu ancaman, tapi ada kesempatan baik itu akan memberikan Anda ke tangan lain. Pertimbangkan membeli beberapa dari mereka kacamata penglihatan malam jika Anda berencana untuk mengemudi jalan ini setelah gelap.

3. Peri Meadows Jalan (Pakistan)

 
Terletak di dasar 26.660 kaki Pakistan Nanga Parbat, Fairy Meadows adalah tujuan yang indah untuk backpackers, fotografer, dan pendaki gunung yang ingin mendapatkan lebih dekat ke puncak besar dan menikmati pemandangan. Mendapatkan ke Meadows Peri, bagaimanapun, tidak seperti pengalaman yang menarik. Bagian dari perjalanan hidup melibatkan 6 mil, selama satu jam berkendara di jalan kerikil yang tidak stabil hack keluar dari bukit-bukit tandus.
Dari Jembatan Raikot ke desa Tato, ini 'jalan' menawarkan pengendara mobil semua fitur gila jalan tanah khas Anda lereng gunung. Itu sempit, tak beraspal, curam, dan tentu saja tidak ada pagar untuk mencegah Jeep Anda dari jatuh terguling ke jurang. Anda bahkan tidak bisa mengendarainya sampai ke Meadows peri; bagian terakhir harus ditutupi dengan sepeda atau berjalan kaki.
Sebuah jalan besar untuk petualang, Fairy Meadows Road pasti bukan untuk yang lemah jantung.

2. Nairobi - Nakuru - Jalan Eldoret (Kenya)

Sebagai orang yang pernah mengendarai mobil sebelumnya tahu, jalan dapat memenuhi syarat sebagai berbahaya tanpa berlumpur, jepit rambut ternyata ribuan meter di udara. Orang mati di jalan-jalan di seluruh dunia karena pengemudi tidak bertanggung jawab lainnya, dan itu sebabnya jalan ini di Kenya membuat ke daftar. Sepertinya tempat yang layak untuk mengemudi, tapi ngebut, mencoba melewati aman, dan mengemudi dalam keadaan mabuk telah menggelembungkan angka kematian untuk lebih dari 300 setiap tahun.
Dengan kata lain, Anda mungkin benar-benar memiliki kesempatan lebih baik untuk bertahan di salah satu jalan pegunungan berbahaya.

1. Lama Yungas Jalan (Bolivia)

Menurut Asosiasi untuk Travel Jalan Internasional Aman, judul untuk Jalan Dunia Paling Berbahaya pergi ke Jalan lama Yungas Bolivia, yang twists dan ternyata sekitar 40 mil antara ibu kota La Paz dan kota Coroico di wilayah hutan Yungas. Jika jalan lain tampak berisiko, Jalan Yungas lama tidak kurang dari misi bunuh diri.
Dibangun pada tahun 1930 oleh Paraguay tawanan perang, Yungas Jalan itu sampai saat ini jalur utama dari La Paz ke daerah hutan hujan Amazon Bolivia Utara. Menjatuhkan hampir 12.000 kaki di ketinggian keseluruhan, jalan sangat sempit, tunduk pada tanah longsor sering dan kabut, dan tidak menawarkan perlindungan dari tebing terjal yang drop lurus ke bawah untuk beberapa ribu kaki.Sebelum rute modern dan lebih aman selesai pada tahun 2006, suatu tempat antara 100-200 kematian terjadi setiap tahun, dan pinggir jalan saat ini penuh dengan salib dan peringatan. Untuk alasan yang jelas, penduduk setempat telah memberikan julukan sederhana namun muram - Jalan Kematian.
By the way, ada cukup beberapa perusahaan di La Paz yang menawarkan wisata sepeda ekstrim dari Yungas Jalan untuk pencari petualangan. Jika Anda suka menggoda kematian, maka ini adalah jalan untuk Anda.
------
Banyak contoh lebih mungkin bisa ditambahkan ke daftar ini, tapi sepuluh disertakan di sini harus cukup untuk menjaga mata kebanyakan orang terpaku pada jalan - atau, dalam beberapa kasus, apa pun di depan Anda yang terlihat seperti itu mungkin bisa dilewati.
READ MORE - Jalan Terextreme Di dunia