Ismail Rank

Selasa, 10 November 2009

SECARIK BIDAL

A K U
Telah ku labuhkan jangkar nasibku
Dari Jawa ke daratan Andalas bahkan Borneo,
namun raga ini hanya mussafir
yang menapaki tanah-tanah basah dalam pelukan rimba.

Jiwa ini datang padamu bak angin berebah,

melayang bak punai.
Hasrat jiwaku mengukir dalam relung kalbumu.
Yang kukirim lewat dzikir dan doa.
Keluh kesah kutulis di atas sajadah dengan derai airmata,

Meski sayapku tercecer namun tak tersirat bias kecewa.

Walau hakikat kita tak menyatu,
jiwamu ada dalam jiwaku.
Telah ada dalam kitab Badruzaman
tentang cinta Malakatulbudur,
telah tersiar kabar dari Timur Tengah
tentang Khais dan Laela,
Mereka semua ikhlas dengan cinta yang tak menyatu
Dan menjadi Legenda Kasih Tak sampai

MUKKODIMAH

Syukurku pada Sang Illahi
Bila semua ini mampu tersusun
Semua hanya pengisi rasa sepi
Yang kadang menyelimuti
Menjadi senandung kala sunyi
Menjadi pelipur di saat sedih
Ada ilusi dengan fatamorgana
Menari di antara hayali
Laksa hakikat meraja dalam nyata
Hiasi warna hari yang begitu indah
Tersisip kesan walau selintas
Terucap kata yang hanya sepintas
Jika awan naungi canda
Ada senda yang penuh bahgia

CINTAKU
Sajak ialah untai kata yang indah
Sajak ialah ungkapan isi hati
dan cinta para pujangga
`tuk dapatkan apa yang ia cintai
Pujangga selalu hiasai cintanya
Dengan ragam kata
Yang mampu menyiratkan apa isi hati
Dengan sajak yang indah



SAJAKKU
Bahasaku akan anonim
Karena itu bukan tujuan
Rangkul ketenaran
Seperti yang lazim
Bahasaku terbatas
Yang lahir dari yang terbatas
Hanya kecintaanku
Pada seni kuberpuisi
Walau dengan ragu
Sajakku hampa
Tak ada keindahan
Aku yang melihat
Namun tak tau warna

MEMBINGKAI HADIRMU

Keindahan itu pernah hadir dalam hatiku
Suka duka itu pernah kurasakan
Saat langkah ini berpijak
di sudut ruang hatimu
Yang hingga kini masih melekat

Tak mudah kuberanjak pergi darimu
Dan aku tak mau semua memandangku
Sbagai orang yang memihak
Walau perbedaan itu selalu ada
Yang tak jauh dar kepribadian yang ada
Akan kurindu selalu duhai beliau
Yang membuatku diriku jauh lebih baik

Walau terkadang sulit kugapai
Kutrima setulus hati
Hingga nafas terhenti
Kubingkai cerita kita
Hingga mimpi kita menjadi nyata


KERINDUAN

Bayangmu selalu mengusik
Bersama detak kerinduan
Kau selalu di hatiku
Kau sikasa perasaanku
Di tepi bayangmu
Yang selalu mengusik kerinduan
Kerinduanku padamu

SERENADA BIRU
Serenadamu mengalir
Keluar dari tubuhmu
yang menyimpan nyiur kedamaian
Alunkan orkestra kehidupan
Mainkan debur ombak
Yang menyimpan gelisah

Kidung malam dan kinantimu
Kini berubah menjadi serenada biru
Yang hingar bingar dan rasa hampa
Begitu birukah serenadamu
Hingga tunas yang pernah ranum
Taklagi ceria ?
Oh, malam yang sempurna
Hentikanlah serenadamu


MEMORY 25 JANURI `09
Pernahkah terlintas di benakmu
Tentang pertemuan ini
Sungguh aku tak menyangka
Kita akhirnya bertemu
Dari sekian lamanya kita akrab
Dengan jarak yang memisahkan

Kini aku berdiri di hadapanmu
Sodorkan keasingan rupaku
Syukurku pada-Nya Terimakasihku untukmu
Akan hari yang kunanti
Tentang kita di hari ini

Yang takan terlupakan....
Bilakah jejak ini terhapus
Saat kerlip cahaya naungi kita
Di Kuningan yang asri
Kaupun cantik berseri


KUTUNGGU
Bila senja datang
Bilakah kau `kan pulang
Bersama rona lembayung
Kau kunanti dengan debar rasa
Antara harap dan kecemasan

Kutunggu……
Hati ini kian tak menentu
Resah kian datang
Kegalauan mendera hati

Aku berfirasat…..
Kau takkan datang
Tapi kau masih kutunggu
Di esok senja
Yang kian rona

R E S A H

Ada resah saat menanti hadirmu
Kuakui malam itu begitu banyak rindu
Dan di sini bagai pesta
Tapi ada sesuatu yang lain
Seolah semua menyiksaku

Dalam penantian yang tiada bertepi
Sejak cintaku tumbuh
Ketika terucap dengan ketulusan

Hati ini pecah berderai
Terluluh dalam mahligai

RUANGKU
Ruang hati ini kau singgahi
Sudut gelap ini telah kau terangi
Semua telah kita temui
Tak banyak yang kupinta darimu
Sedikit saja kuharap darimu
Beningnya jernih PERSAHABATAN

Kau teteskan untukku
Jangan kau hembuskan kesegaran
yang hadir bersama mimpi
tetap terindah di hati ini


KAU YANG TERINDAH

Hati ini berkata
Kaukah bidadari itu
Ayu wajahmu biaskan ragu
Yang pernah ada di pundakku

Aku terbuai dengan senyum yang kau berikan
Aku melayang saat kau di pelukanku
Kau terindah dari yang pernah kumilki
Kau terbaik dari yang pernah kuraih

Akankah kau bidadari
terakhirku



YAKINKU

Yakinku pada angin
Yang mengalun hembus
Kembalikan lagi memori
Di suatu ketika

Yakinku pada langit cerah

Jalinan mewangi ini kembali
Kicau punai merdu
Sambut kita merindu


TANPA DIRIMU
Ada di sini tanpa adanya dirimu
Memberi kesepian padaku
Kesepian yang tak pernah mengerti
Akan rindang rindu menaungi, untukmu
Hati ini tetap percaya padamu
Raga ini masih untukmu
Satu saat sedang kumenantikanmu
`tuk usir penat yang ada di hati

Di sini hanya memandang langit kelam
Seperti para pujangga dalam sajaknya
Gambarkan betapa indah elok alam
Dan betapa gundah pendam arti rindu
Malam kian kelam
Kau masih tenggelam
Dalam ingatanku
Kau kurindu


REMBULAN
Enggan kutatap rembulan malam ini…..
Walau purnama sempurna kasih…..
Walau masih kudamba sinarnya
Ada emosi dan api amarah
Kutakut tatap rembulan….
Walau dalihku masih percaya
Sinarnya masih untukku
Terangnya masih damaikan jiwa
Kutakut……..
Rembulan takan beri arti lagi
Purnama takan datang lagi
Ada emosi lewat terangnya
Hati kecil takan berdusta
Rembulan kian jelita berseri
Walau dalam amarah


PEREMPUAN ITU
Dari teduh tatap mata perempuan itu
Ada laksa harapan yang kutanam
Dari merdu suara perempuan itu
Ada desah yang kan menjadi rahasia

Didamba banyak lelaki
Terwarna janji
Terona cara

Tuk dapatkan hati perempuan itu
Perempuan ayu
Miliki sorot mata teduh
Dengan suara merdu
Ada rindu untukmu
Hai pendampingku


MALAM KERLIPANKU
Menunggu purnama
Menanti esok datangnya sinaran
Merayapnya senja bagai detak jantung
Merisaukan keluh hati ini

Aku ingin kau hadir untukku
Sebuah nuansa indah bertajuk kerlipan bintang
Aku ingin ceritakan penat dalam dada

Yang hadir dalam lena dan jaga
Beribu asa dan mimpi
Hadir tawarkan keresahan dalam hati
Mungkin ini saatnya,
Aku bangkit dari jerat yang membuatku semakn rapuh

Dari apa yang kurasa………..
Padamu bintang kuingin cahayamu
Padamu bulan kungin teduhmu
Namun takkan merubah indahnya hati
Yang dulu pernah ada
Aku ngin cahayamu, bintang
Aku ingin memiliki keteduhanmu, bulan
Yang mana bintang terang dengan sendirinya
Yang mana bulan, tersinar dari mentari
Engkau selalu sempurna


SAMBUT 2003
Kabut tutupi perjalanan kita
Kala kita sampai di Purwekerto
Derit kereta bangunkan tidur kita
Yang terlelap di gerbang barang
04.30 belum ada tanda
Kita hentikan perjalanan

Tiada tujuan, tak ada yang dicari
Kita saling memaki diri
Setadah air kita basuh muka ini
Siapkan diri menghadap Illahi

Stasiun Prupuk
Kenangan yang terpuruk
Berempat tunawisma
Kita harus terus ke Yogya


DUA SISIKU
Gapailah ketinggian hati ini
Kau akan mendapatkannya
Gapailah dasar cinta ini
Kau akan meraihnya
Cari cara curi-curi

Agar aman aku adanya
Biar bebas berhutang budi
Tak teringat tunai terpenuhi
Jangan kau lihat
sisi gelap malamku
karena di sana
ada sisi terang siangku


PESONA KEASINGANKU

Dunia mendorong syarafku
Nadi ini bergerak refleks
Rasakan ketakjuban cinta
Pada lingkungan yang asri dan damai
Jantung ini berdecak kagum

Bila suara ombak telah pecahkan
Kokohnya karang fikiranku
Menusuk rongga hati
Rangsangan rindu jalari nurani
Manyatu dengan pembuluh vena

Saat kulihat pesona keasinganmu
Harapan itu kian menggebu
Kubuka jendela dada
Agar paru-paru ini tak hirup kepalsuan
Dan aku ingin udara segar cintamu
Menerpa kegerahan yang melanda

KAU YANG MENERANGI
Kau seberkas cahaya
yang menerangi
Disaat kurasakan gulita
Kau bagai setetes air penawar
Di saat kurasakan dahaga

Engkaulah bintangku
Walau redup sinarmu
Kaulah cahaya itu
Walau maya hiasi duniaku


RAHASIAMU
Ada banyak rahasia kepedihan
Tentang hari yang kau lalui
Kasih sayang tiada kan terbagi
Padamu duhai bidari biru
Hanya kau seorang
Yang mampu luluhkan
Menjulangnya keangkuhan
Kepedihanmu tiada pernah terkata
Tangisanmu tiada yang merasakan
Ingin kupeluk……….

Saat kegundahan risaukan perasaanmu
Walau terkadang amarahmu
Tiada kan terbendung
Namun tabahmu abadi
Sungguh kumakin sayang………


M A A F

Aku datang bukan untuk meminang
Tapi sampaikan maaf,
Bahwa aku pernah hadir di mimpimu
Kita memang pernah meminang rasa
Di ujung waktu tempat kita mengaduk hari mengapit rasa……..
Kala bulan gelap di pucuk cemara
Kita memang pernah bermain rindu
Saat bayang menyelinap di rumpun cempaka
Kita pernah satukan asa
Saat samudera surut dan pasang
Kita memang pernah meniti buih

Sayang angin berputar arah
Terbangkan rasa rindu

HIDUP ITU CINTA
Persahabatan itu seperti ilalang
Terjalin erat saling menunjang
Tak pernah binasa, walau terbakar mentari
Kasih itu seperti angin
Senantiasa membari tak pernah meminta
Cinta itu seperti rumpun bambu
Kokoh dan meneduhkan
Mestinya hidup itu cinta
Kasih dan persahabatan



G A D I S K U
Ada jelita menari
Saat kutatap binar matanya
Ada desiran kemesraan
Kala kutatap ayu parasnya
Nian memuncak harapanku
Nia merusak perasaanku
Dihuyung terpaan pesonanya

Tertiup angin jelitanya
Ada harapan masa depan
Bila kudengar suaranya
Kilaukan cita-cita
Saat ku di dekatnya


BERGURULAH PADA
WANITA
Bencana dan cobaan
Telah membuat lelaki perkasa
Jadi lemah bagai wanita
Dan wanita-wanita
Jadi perkasa karenanya
Lantaran itu hai engkau……
Yang mengaku lelaki perkasa

Bergurulah kepada wanita
Agar cobaan dan bencana
Bertekuk lutut d kakimu
Hingga wanitapun
Tak perlu susah-susah
Menanggung beban neraka sendirian


AKUILAH DIRIKU
Pernahkah kau coba bayangkan kehadiranku
Pernahkah kau mengira keberadaanku
Yang tak kau mengerti
Pijaran yang kau buat
Penerang kalbu yang kau cipta
Takan padam untuk kedua kalinya


Bisakah kau pahami yang kurasa
Diri ini berharap jelas
Tak ada kesamaranmu
Aku ingin, kau akui keberadaanku
Tak pernah letih
Dengan apa yang aku jalani
Tak pernah kuterhenti
Dengan apa yang kuberi


UNTUKMU CINTAKU
Detik yang ada bukan untuk siapa-siapa
Waktu yang adapun bukan
pula untuk dia…..
Tapi untuknya…..

Jiwa yang telah menyelamatkanku
Kuberjanji bintang itu untukmu
Karena kupami………….
Hanya kau yang mampu menyimpannya
Mengukir dan menjadikan syurga dihatiku

Kutahu tentang sayang itu……..
Tapi jangan cegah aku
Biarkan aku ada di dekatmu
Biarkan aku genggam jemarimu
Dan berucap aku sayang kamu


TAK MAMPU
Kesedihan yang hadir selalu tiba-tiba
Berada di sini saat kutak siap menerimanya
Kering air mata kembali terbasahkan
Aku menyadari……..
Perihnya hati ini tak lagi terobati olehmu

Aku tak dapat memberi keceriaan
Dalam ruang hatimu yang telah pergi
Aku tak sanggup menahan semua ini

Aku tak bsa melupakanmu
Tak pernah letih, tak pernah lelah
Jiwamu tetap satu dalam jiwaku
Takan mampu aku melupakanmu


S E S A L

Tak pernah ada niatku menyakitimu
Kuakui semua salahku
Dan tak tau apa yang akan kulakukan
Untuk mengembalikan semua
Tentang senyum manismu padaku
Maafkan aku ……….
Satu kesempatan yang ingin kudapat darimu
Untuk buktikan cintaku padamu
Seperti saat kau terima cintaku
Dan tidaklah tenang hatiku tanpamu
Walau hidupku penuh dengan keindahan


BUNGA
Duhai bunga
Jangan layu
Duhai bunga
Jangan ragu
Berikan pesonamu
Walau aku kumbang lalu
Tetaplah mewangi
Meraja dalam hati


KAU YANG PERNAH HADIR
Ingatkah kau tentang masa itu
Kita pernah satukan hati
Menyatu dengan anggunnya cinta
Seolah penuh dengan kepastian
Cuaca `tlah merubah haluan
Tak dapat kita cegah perpisahan
Derita, luka dan kepedihan
Kita terima dengan penuh lara
Jejak langkah kita tak pernah sirnah
Dari titian kenangan ini
Cerita ini takan lekang ditelan waktu
Hanya kita bukan untuk menyatu
Hanya ditentukan tidak untuk bersama


P U J A A N H A T I
Datang dan pergi
Selalu kurindu
Hingga kuberharap `tuk selalu
Berada didekatmu dan membelaiku
Sampai aku tertidur pulas
Dan bermimpi tentang indahnya
saat bersamamu……….
Wahai pujaan hati
Jangan pernah ada niat tinggalkanku
Karena kutak sanggup

Selalu kudamba pesonamu
Hingga mata ini jarang terpejam
Meski malam telah menyapa
Sejukanlah aku dengan kasihmu
Basahilahkering tandus hati ini
Dengan air cintamu


KAU YANG PELUPA
Dalam keadaan apapun
Ingatku akan dirimu
Yang pernah bertamu
Di hatiku dahulu
Berada dimanapun
Kau pernah ajakku melamun
Ingatku di bawah rumpun
Berdua dengan cinta yang mengalun
Tidur kau tertidur
Bersama mimpi yang semu
Berdiri hingga kaupun berjalan
Gapai sesuatu yang meragu
Teriak kencang, menangis sedih
Semua yang ada `tlah sirnah
Dalam keadaan apapun
Kau memang tak ingat daku


MISTeryku
Dalam diriku terbayang selalu
Keinginan `tuk selalu
menggapai isi hatimu
Pada setiap langkahku
Betapa ingin hadirmu
Walaupun berat untukmu
Kini coba hidupkan
Arti dari semua mimpiku
Kuakui dirimu yang terindah
Perasaan ini tak dapat kuingkari
Engkau bunga terindah
Hiasi taman cintaku
Sejukkan jiwa


J I K A
Jika suatu saat nanti
Kumerasa kehilanganmu
Itu harus kuterima
Karena kutak merasa memilkimu
Jika memang suatu saat nanti
Kau akan pergidan melupakanku
Itupun akan aku terima
Karena itu adalah hakmu
Dan jika memang suatu saat nanti
Aku merindukanmu
dan mencari keberadaanmu
Itu semua bukan salahku
Karena bayangmu
Senantiasa hantui jiwaku


F I T R I
Engkau pernah terlintas dalam benaku
Engkau pernah sepintas dalam cintaku
Aku tak mengerti
Apa gerangan perasaan ini

Engkau sahabat sejati
Engkau kasih sepenuh hati
Dilema rasa cinta, diriku
Dibuai ragam cerita, diriku

Engkau Fitri
Penuh fitri
Apa kau mengerti
Tentang isi hati

Engkau gadis misteri
Yang sulitku megerti
Engkau yang ayu
Engkau merayu
Sahabatku Fitri
Kasihku Fitri


RINDU

Lama kau pergi
Tiada berita
Lama aku menanti
Tiada kunjung sua
Dikau kasih
Cepat kembali
Dikau sayang
Cepat pulang
Gundah gulana
Perasaanku
Bimbang mengambang
Dalam benakku
Teringat dulu
Yang masih kurindu


WAHAI BUNGA
Kugoreskan bait-bait ini
Kala rintik hujan mengguyur bumi
Sementara petir menjelmakan
Wajah-wajah memerah
Menyambar kulit hitamku
Wahai bunga….
Terimalah salamku

Kugoreskan penaku
Kala malam malam mencekam
Bulan purnama hadirmenyair
Tanpa benih-benih hitam
Bagai pujangga mengait kata
Wahai bunga ……
Terimalah persembahanku

Jejak langkahmu telah hilang
Tiada arah tanpa tujuan
Wahai bunga…..
Terimalah maafku


JELITA
Jangan kaujatuhkan lagi air mata itu
Kalimat yang teruntai dari bibir Hawa
Senyum itukah yang ingin kulakukan ?
Untuk semua rasa sayang
Yang tulus kau berikan untukku
Terimakasih jelitaku ………

Bantulah aku buang hina itu
Yang tak layak ada dalam
hati seorang Adam
Gengamlah jemari ini
Bila kurapuh lagi dalam hina itu
Sosonglah aku dari hina yang benar-benar
kurasa hina.....
Dan Hawa usap air mata ini
Bila benar itu terjadi lagi
Jangan kau biarkan aku jatuh berpijak
pada bum kakiku sayap-sayap kupatah
dan lepas akhirnya
Kau yang kumau saat ini
Bukan dia, bukan pula mereka
Munafik……………..
Yang pura-pura memandangku
Dengan penuh iba


KUTAK INGIN
Kutak ingin hadirmu
Pabila untuk meresahkanku
Kutak ingin kedatangamu
Pabila selalu menggelisahkan
Karena yang aku inginkan
Adalah rasakan kedamaianmu
Walau tanpa wujudmu
Selalu yang aku harapkan
Tentangmu duhai Febi
Yang mampu sejukkan hati


KEPURAANMU
Wahai kasihku
Jangan kau tangisi kisah ini
Aku telah pahami
Cintamu adalah sandiwara
Kini aku pergi darimu
Kau telah nyalakan api
Pada lautan yang meluas
Yang akhirnya menenggelamkanmu
Sekencang angin menderu
Sesekali takan melambai
Kala tipuanmu tiada mengena
Bomerang ada dalam dirimu
Tulus maafku……kepadamu
Inilah kisah teladan
Buah kepuraanmu
Telah tertanam pada ladang semu
Yang subur sebelum kau menyirami


GERHANA CINTA
Kuhapus badai lestapa
Tertawa dengan lantangnya
Karena aku `tlah bebas
Dari gerhana hampa
Suasana malamku ceria
Sengsarapun musnah
Aku bahagia
Legalah hati
Gerhana pupus
Terbawa awan
Bulan menjelma sudah
Singkirkan sengketa


D I A
Dia..……..
Selalu mengajak ke hayali
Menjelma dalam lamunan malam
Memanggil tatkala siang datang

Dia………….
Penuh tafsiran bagiku
Sukarku `tuk kuasai
Bahasa cintanya


AYU PARASMU
Penuh ayu parasmu
Tebarkan laksa pesona
Siramkan juta kharisma
Yang sangat berarti bagiku
Biografi hidupku
Bawa segala inspirasi
Hadirkan segala obsesi`

Getir jalan hidupku
Dendangkan lagu perindu



MERPATI

Dikau merpati
Penuh menawan
Dikau merpati
Tiada kebebasan

Mengibakan hidupmu
Tiada yang mengeti
Meyedihkan ceritamu
Tiada yang peduli

Dikau merpati
Teruslah berseri
Dikau merpati
Cantik sekali

Dikau merpati
Jangan bersedih
Dikau merpati
Terus bernyanyi


GEJOLAK CINTA (Syair berantai)
Dalam arena bergam rasa
Gejolak dalam asmara cinta
Dendangkan suka dan cita
Hilangkan keresahan jiwa

Gejolak dalam asmara cinta
Harapan mengiringi setia
Hilangkan keresahan jiwa
Yang selama ini dirasa

Harapan mengiringi setia
Di masa depan dari masa kala
Yang selama ini dirasa
Hanya cinta membara

Di masa depan dari masa kala
Semoga penuh akan bahgia
Hanya cinta membara
Sebagi bekal gapai bahagia


CintHA PLATONIS
Cinta ini adalah cinta platonis
Yang kutahu takkan pernah bersambut
Semantara dari sudut ruang tempatu berpijak
Senantiasa aku cermati
Segala laku dan keindahanmu
Tanpa bisa berbuat apa


KINI ADIK MERANA
Pernah dulu aku ucapkan
Jangan terlalu percaya dengan asmara
Kini adik telah rasakan
Asmaramu terdusta
Pernah aku berpesan
Jangan pacaran sebelum siap
Kini adik telah rasakan
Betapa sakit putus cinta
Itulah akibat tak indahkan
Kata abang sang saudara
Itulah sekarang rasa
Yang harus adik terima
Kini adik merana
Kini adik terluka
Abang tak bisa mengobati

K A U
Terkadang aku heran
Apakah hanya aku yang tersiksa
Hayalkan tentang dirimu
Yang hadir di setiap waktu
Kau membisikkan
Kau resah gelisahkan
Kau dalam bayangan
Kau jadi harapan
Tirai hati telah kubuka
Cendana harum kini
Kau abadi di hati
Kau laksana nyawa jiwa
Kau di sana apa merasa
Aku di sini mengalami


SENJA TENGGELAM
Cakrawala senja
Penuh cendayan
Ada sang surya
Tersenyum ke-emasan

Pada buana lambaikan imtikhan
Berganti saat bertukar sinaran
Senja tenggelam
Bersama selimut malam
Terhias purnama penuh cahya
Tersenyum candra penuh kharisma
Hantarkan laksa pesona


ROLLER KOSTER
CINTAMU


Jalannya penuh laga gaya
Naik turun tiada tenang
Berkeliling angkuh
Tinggi kian tak terengkuh

Ada roller koster dalam dirimu
Lagak roller koster cara hidupmu
Hingga pusingkan arahku

Roller koster cinta
Melaju penuh cepat
Namun tak ke lain tempat
Selalu menari di depan mata


TERANG PERSINGGAHANKU
Aku datang dari malam gulita
Tiada bergaun lewati jalan
Hadir di sini yang terang
Beragam kutemui di sini
Tercerita penuh tipu dan semu
Hingga kutak berdaya

Namun kuharus mahir
Untuk mencari bekal
Karena terang persinggahanku
Esok ku `kan kembali
Membawa segala cerita
Menuju gelap yang abadi


GURINDAMKU
Jangan terus malu
Kalu kita gagal selalu

Jangan pernah bersedih hati
Kalau bahagia belum dimiliki

Jangan urungkan niat
Untuk mencapai segala hajat

Tak usah mengenal mundur
Selagi badan belum hancur

Jangan berputus asa
Dalam kita berusaha

Kejar-kejar sampai bisa
Sabar-sabar harus bisa

Pasti-pasti kan dapat
Selagi di hati ada niat

Ingat-ingatlah selalu
Iringi segalanya dengan doa


MELATIKU
Melati yang harum itu
Adalah wangianmu
Dan biarkan aku hirup
Tentang tentang damai yang ada
Dan kuharap kaupun merasakannya

Plesae…..
Pahamilah kata yang kutulis ini
Jangan dengar omongan mereka
Yang takkan mengerti tentang kita
Kuharap kita takan pernah terpisah

Hingga kita mampu menyatu


BISU DI MALAM
MINGGU

Pernah terlintas cerita lucu
Kala ngrumpi bareng teman dahulu
Di suatu gang Kota Gudeg
Aku sibuk godain cewek
Yang hendak bermalam Minggu
Sorang cewek berkulit putih
Entah kemana dia sendiri
Mula kusapa dia melirik
Mulai kudekati dia tersenyum
Ku ajak bicara, seolah tersipu
Ku coba kenali diri, dia seolah malu

Tanyaku banyak terlontar
Hanya senyumnya yang menjawab
Terperanjat seketika itu juga
Saat temanku bilang dia bisu
Nyata dia si cewek cantik
Enggak bisa bicara alias bisu

Serentak temanku tertawa
Melihat nasibku yang menimpa
Kini aku yang tersipu dan malu
Dasar nasib lagi apes
Malam minggu dikerjain bisu


ANAKKU SAYANG
Belai kubelai anakku sayang
Sang mutiara kalbu
Sang hiasan hati……..
Tidurlah tidur sang sukma jiwa
Pada melam yang sepi ini

Ayahanda kan menemani
Nyanyikan sebuah lagu
Berbait rima bersajak rima
Tentang esok yang penuh riang
Kutimang anakku sayang
Sang pelita raga
Sang biografi sukma
Tidurlah pejamkan mata
Moga hakekat keteladanan
Kan kau temui di hari depan
Penuh kebahagiaan


DIA YANG PERNAH DATANG
Dia datang dari masa lampau Dia merasa kini
Menerjang tebing waktu Yang jauh dari suci
Memakan usianya yang berpuluh Dia menangis pedih
Berganti hari bertambah layu Tiraninya menyiksa diri

Dia yang terlelah Dia datang dari masa lampau
Setelah berjalan jauh Penuh tirani ke masa depan
Dia yang berebah Menunggu saat yang dijanjikan
Pejamkan mata tiada jemu Yang entah kapan akan bertemu

Dia menangis kini
Tiraninya tiada henti
Hasratnya ingin kembali
Pada cerita yang terlewati


CINDAI DI PUNCAK
CANDI

Elok rupamu menawan hati
Ayu parasmu getarkan jiwa
Alunkan irama kasih
Di sepanjang arus cerita
Engkaulah sang cindai

Yang anggun di puncak candi
Akankah ku mampu meraih
Dalam tingginya sang badai
Engkau cindai di puncak candi
Wangianmu menembus buana
Gemparkan suasana
Yang dulu pernah sepi
Engkau cindai di puncak candi
Hakekatmu damaikan hati
Hasratku ingin memiliki
Walau penuh pedih perih


GESTI
Kau hadirkan nuansa penghibur
ketikaku dalam kesepian
Hadirkan kedamaian
Saat qolbuku penuh kebimbangan
Adikku manis
Kuharu menatapmu
Penuh patuh terhadapku
Manja sifatmu
Kau dendangkan lagu cinta
Pada kanda yang merana
Hembuskan juta fantasi
Di angin penuh solusi
Usah kemana duhai Gesti
Temani kakanda
Hingga penuh senyuman
Teriring juta perceritaan
Kanda hantarkan untukmu
Terkhusus dari hatiku
Terprasasti kasih sayang
Hingga akhir nanti


S U F I
Hadirmu adalah lentera
Terangi isi lazuardhi
Kalam ma`rifatmu sulit kami tafsirkan
Jiwamu adalah pendekatan tiada tara
kotornya fikiranku, jauh takan mampu mengejar
Kau terkadang hilang dipandangan
Hadir dalam kanyataan
Kau menguasai selautan
Takkan tertutup tirai
Dan selalu terang takan padam


AMFITEATER
CINTAMU
Pernah terasa bangga
Saat penonton mulai menyorakimu
Ditepuk tangan dipuja sayang
Namun engkau terkalahkan kini
Setelah tipuanmu tiada mengena
Di amfiteater cintamu yang pongah
Kau merunduk sesali diri

Hai yang pernah pongah…..!
Tatkala ribuan mata memandangmu
Hai yang kini tergoyah…..!
Tatkala tertinggal oleh pemujamu

Amfiteater cintamu

Sejarah keangkuhanmu

Amfiteater cintamu
Arena penyesalanmu


BERLALU ….!!!!

Tak terasa smua telah berlalu
Empat tahun perjalanan
Tertempuh dengan sia-sia
Tanpa arti, tanpa pamrih
Empat tahun usai terbuang
Semua tetap hampa
Kini kuharus berbenah

Dengan sedikit sisa waktu
Untuk masa depan
Maafkan aku
Yang takan terpaku
Dan harus berlalu
Bersama akhir waktu

Aku berlalu dari semuanya
Restumu duhai Ibunda
Salamku untuk ayahanda di sana
Doakan aku untuk mampu berlalu
Dari pijakakan kaki di sini
Dari silaunya hati

KARENAMU

Penat yang ada karenamu
Jenuh yang hadir, juga karenamu
Lelah yang kurasa, itupun karenamu
Yang membius kepuraan semu
Aku yang terpedaya
Tiada dapat membaca
Bahasa cinta yang kau ucapkan
Biar aku terdera
Oleh alunan siasat
Dengan ragam alasan
Saatnya berlari
Bagiku kau ilusi
Yang setia temani
Pada tiap mimpi-mimpi

DIA DI HATIMU
Dia yang pernah datang
Masih kau bayang
Dia pernah hadir
Masih kau fikir

Takan berartikah hadirku untukmu?
Dia yang pernah ada di hatimu
Masih mekar takan layu
Hinggga diri ini takan berarti
Di hadapanmu

Kenanglah dia pada lamunanmu
Bila kau terobsesi dengan masa lalu
Gapailah hayalanmu
Bila aku seolah merayu

BUNGAMU
Bunga………..
Kini telah layu
Terhempas
Dengan ketiada berdayaan
Bunga……
Kau dulu pernah tumbuh
Dirasa dalam qolbu
Dulu pernah angkuh
Kini tersipu dalam haru
Tercampak oleh fatamorgana
Maafkan aku meniggalkanmu
Itulah keharuman bungamu
Yang mekar dengan wangian semu

M A A F K A N
Jangan pernah ada sesal
Jika kepergianku hadirkan sepi
Sandiwara yang kausuguhkan
Penuh makna pelajaran
Cinta yang kau berikan
Adalah semata permainan
Maafkan aku Sabrina
Yang tak lagi bisa berbagi
Yang tak mampu kembali
Isi segala kekurangan kita
Aku lelah dengan smuanya
Keraguan kian berdecak
Dentingkan kehampaan
Telah kudengar suara-suara itu
Kumandangkan lagu tentangmu
Yang merajut kepalsuan

PERPISAHAN

Diam………
Bukan berarti tak bicara
Keheningan
Memaksa hati untuk berkata
Pikirannya kosong
Tapi mata tetap memandang
Pikirannya melayang
Tapi hati masih memandang

Aku tau………
Kaupun mengerti……..
Apa yang ada di hati
Apa yang meresahkan
Karena kita meyimpan
Arti perasaan yang sama

Tetapi terlambat
Untuk disatukan


R A C U N M U
Kau telah meramu racun
Dengan susah payah
Untukku minum perlahan
Hingga jantungku kencang berdenyut
Paruku hirup rasa keasingan

Dari air yang kau berikan
Yang telah masuk selusuri sendi-sendi
Racunmu telah terteguk
Terpayang aku mabuk
Tak sadarkan diri
Jiwaku kau kuasai

Berikan aku penawar
Racunmu telah menjalar
Di sekurjur tubuhku
Kau memang tak pernah berani
Hadapi dengan nyali


MARGADANA
Tentramnya Margadana
Auramu jadi pesona
Sepoi bayu Margadana
Cahayamu terangi jiwa

Margadana didamba pria
Margadana hadirkan asmara
Ingin ku akhiri perjalanan ini
Pada Sang Margadana
Yang didendang dinyanyi kalbu
Yang diharap di setiap waktu

Semoga esok
Ada untaian restu
Untuk Margadana
Dalam dekapan



B I L A K A H
Bilakah kau kan kembali
Saat kau temui rintangan Bilakah kau akan pulang
Semua hanya emosi Saat gelap sambut petang
Karena taman kesetiaan ini Bilakah kau akan datang
Masih tertata rapih Saat pagi senja menjelang
Tak pernah tersentuh Aku bimbang
Kian mengambang
Tiada dendang
Selalu terbayang


TUNGGULAH
Aku membadai diatas jagat
Terbang sesuka hati dengan cepat
Jangan mengajarku duhai sobat
Karena kau `kan jauh terlambat
Kau genggam diriku tiada `kan dapat
Hanya pantas kau lihat
Aku yang membadai di atas jagat
Dan yang bebas tiada terikat
Kalaulah nafas masih di kandung hayat
Tunggulah aku kala mendarat
Aku pasti lelah, harus beristirahat
Aku tunggu dirimu sesat


PENGEMBARA (
To My Friend)
Bertahun kau mengembara
Tak jelas arah
Tak tentu tujuan
Bertahun kau mencari

Dirimu sendiri kau lupakan
Hanya untuk sebuah nama
Tapi, namamu sendiri kau lupa
Bertahun tahun.....
Namun baru kemarin rasanya
Tau-tau legam kulitmu
Panjang lusuh rambutmu
Sodorkan ketidak kenalanku padamu
Yang asing dengan penampilanmu

Wahai pengambara
Rupanya kini
Kau ingat pulang

ARTI ANDALAS
Ada kilatan manja Ada harapan masa depan
Saat kutatap binar matanya Bilaku dengan suaranya
Ada desiran kemesraan Kilaukan cita-cita
Kala kutatap ayu parasnya Saat kudalam dekapnya

Nian memuncak harapanku Sungguh aku mendamba
Kian merusak perasaanku Arti sang Andalas
Dihuyung terpaan pesonanya Yang mekar di jiwa
Tepusingkan jelitanya Penuh kharisma



TAK KUASA
Betapa berat beban yang aku rasakan,
Saat anugerah-Mu menyapa hati
Yang memang hanya secercah bagi-Mu.
Dia yang membayang
ikuti selalu langkah ini
Benarkah tentang arti Sokhibul khajati a`ma?
Hingga aku tak mampu menahan
Tentang mahabbah ini.
Dia yang telah luluhkan hati
Kala beradu pandangan
dan pertemuan pertama.

Ya Allah…….
Hanya kepada-Mu hamba memohon
Jika pertemuan ini adalah karunia-Mu
Satukankanlah kami dengan rahmat-Mu
Hingga kami bersama menyambut zuriat
Dan bila ini tak baik untuk kami
Dengan kuasa-Mu jua hamba menadah
Pisahkanlah kami tanpa fitnah dan kebencian

READ MORE - SECARIK BIDAL

Sabtu, 05 September 2009

SEJARAH NAMA2 BULAN HIJRIYAH

Mungkin banyak masyarakat Islam indonesia khususnya, mengerti dan sadar akan bulan hijriyah apabila Puasa (Romadhon), Lebaran idul fitri (Syawal), Lebaran Haji (Dzul Hijah), dan Tahun baru Islam (Muharram). Yah lumayan paling tidak sudah empat nama bulan yang familiar di ingatan kita:), namun tak jarang diantara kita tidak hafal dari nama-nama bulan Hijriah tersebut.

Alangkah baiknya kita tahu nama-nama bulan yang lain dan gimana sih supaya rada gampang mengigatnya? Seprti pribahasa bias karena sdah biasa hehehe. Itu yang paling jitu, yaitu kalau kita sering menggunakannya atau mengucapkannya maka kita tidak akan lupa dan terbiasa.


Tapi alangkah baiknya dan biar lebih menggigit yaitu apabila kita tahu sejarah nama-nama bulan diantaranya :

MUHARRAM, konon kabarnya dulu sebelum Islam masuk di semenanjung arab, bulan ini di sepakati sebagai bulan yg diHARAMkan untuk berperang, sehingga dinamankan MUHARRAM. Tetapi pada masa tersebut penanggalan menggunakan kalender LUNISOLAR, yaitu penanggalan dengan acuan matahari. Dan bulan MUHARRAM dan biasa di sebut RA'S SANAH atau kepala tahun, bertepatan dengan berakhirnya musim panas. Yang pada masa itu bertepetan dengan bulan September


SYAFFAR, yang berarti Kuning karena Pada bulan Oktober (Pada masa itu) daun daun mulai menguning sehingga bulan ini dinamakan Syaffar.


RABIUL AWAL, Bertepatan dengan Bulan Nopember (pada waktu itu) daun mulai berguguran, karena kata “RABI” dalam bahasa arab berarti musim gugur.


RABIUL AKHIR, Pada bulan Desember (pada waktu itu) adalah berkhirnya musim gugur, maka buln itu dinamakn Rabiul Akhir “Rabi” yang berarti Musim gugur dan “Ahir” yang berarti selesai.

JUMADIL AWWAL, yang berasal dari kata “JUMAD” yang berarti beku dan AWWAL yang berarti mulai, di sebut jumadil Awwal, yang pada saat itu bertepatan dengan Januari dan

JUMADIL AKHIR yang berarti akhir dari musim beku yang berbarengan dengan bulan Pebruari pada saat itu.


RAJAB, yang pada saat itu bertepatan dengan bulan Maret dimana salju mencair karena ditilik dari segi bahasa Arab kata “Rajab” yang bermakna mencairnya salju, maka di sebut bulan Rajab.

.

SYA`BAN, yang bertepatan dengan bulan april pada masa itu musim semi tiba. Sya`ban yang diambil dari kata “Syi`ib” yg berarti lembah. Mungkin anda bertanya kok bisa dinamakan lembah, sebab pada bulan ini saatnya turun ke lembah lembah untuk mengolah pertanian atau menggembala ternak. Karena musim semi telah tiba.


ROMADHON, yang bertepatan dengan bulan mei yang mana memulai panas membakar kulit, bulan ini dinamai “Romadhon” yg berarti pembakaran.


SYAWWAL, yang bertepatan dengan bulan Juni pada saat itu, adalah disebabkan panas itu yang kian meningkat maka di sebutlah “Syawwal” yang berarti Peningkatan atau Puncak dari musim panas.



DZULQOIDAH, yang bertepatan dengan bulan Juli (pada masa itu), pada musim ini masyarakat lebih senang duduk duduk dari pada bepergian, karena musim panas mencapai puncak tertingginya maka dari itu dinamakan bulan Dzulqoidah, yang mana diambil dari kata Qoi`d yang berarti duduk.


DZUL HIJJAH, Dan terkhir yaitu bualn yaitu bulan haji karena pada bulan itu masyarakat sana menunaikan ibadah haji ajaran nenek moyang kita Nabi Ibrahim a.s.


REFERENSI LAIN DARI SEJARAH BULAN HIJRIAH

Setiap bulan diawali saat munculnya hilal, berselang-seling 30 atau 29 hari, sehingga 354 hari setahun, 11 hari lebih cepat dari kalender solar yang setahunnya 365 hari. Agar kembali sesuai dengan perjalanan matahari dan agar tahun baru selalu jatuh pada awal musim gugur, maka dalam setiap periode 19 tahun ada tujuh buah tahun yang jumlah bulannya 13 (satu tahunnya 384 hari). Bulan interkalasi atau bulan ekstra ini disebut nasi' yang ditambahkan pada akhir tahun sesudah Dzul-Hijjah.\


Ternyata, tidak semua kabilah di Semenanjung Arabia sepakat mengenai tahun-tahun mana saja yang mempunyai bulan nasi'. Masing-masing kabilah seenaknya menentukan bahwa tahun yang satu 13 bulan dan tahun yang lain cuma 12 bulan. Lebih celaka lagi, jika suatu kaum memerangi kaum lainnya pada bulan Muharram (bulan terlarang untuk berperang) dengan alasan perang itu masih dalam bulan nasi', belum masuk Muharram, menurut kalender mereka. Akibatnya, masalah bulan interkalasi ini banyak menimbulkan permusuhan di kalangan masyarakat Arab.
Setelah masyarakat Arab memeluk agama Islam dan bersatu di bawah pimpinan Nabi Muhammad SAW, maka turunlah perintah Allah SWT agar umat Islam memakai kalender lunar yang murni dengan menghilangkan bulan nasi'. Hal ini, tercantum dalam kitab suci Alquran Surat Attaubah ayat 36 dan 37. Dengan turunnya wahyu Allah di atas, Nabi Muhammad SAW mengeluarkan dekrit bahwa kalender Islam tidak lagi bergantung kepada perjalanan matahari.
Meskipun nama-nama bulan dari Muharam sampai Dzul-Hijjah tetap digunakan karena sudah populer pemakaiannya, bulan-bulan tersebut bergeser setiap tahun dari musim ke musim, sehingga Ramadhan ("pembakaran") tidak selalu pada musim panas dan Jumadil-Awwal ("beku pertama") tidak selalu pada musim dingin.Mengapa harus kalender lunar murni?

Hal ini, disebabkan agama Islam bukanlah hanya untuk masyarakat Arab di Timur Tengah saja, melainkan untuk seluruh umat manusia di berbagai penjuru bumi yang letak geografis dan musimnya berbeda-beda. Sangatlah tidak adil, jika misalnya Ramadhan (bulan menunaikan ibadah puasa) ditetapkan menurut sistem kalender solar atau lunisolar, sebab hal ini mengakibatkan masyarakat Islam di suatu kawasan berpuasa selalu di musim panas atau selalu di musim dingin.


Sebaliknya, dengan memakai kalender lunar yang murni, masyarakat Kazakhstan atau umat Islam di London berpuasa 18 jam di musim panas, tetapi berbuka puasa pukul empat sore di musim dingin. Umat Islam yang menunaikan ibadah haji pada suatu saat merasakan teriknya matahari Arafah di musim panas, dan pada saat yang lain merasakan sejuknya udara Makkah di musim dingin.


Pada masa Nabi Muhammad SAW, penyebutan tahun berdasarkan suatu peristiwa yang dianggap penting pada tahun tersebut. Misalnya, Nabi Muhammad saw lahir tanggal 12 Rabi`ul-Awwal Tahun Gajah ('Am al-Fil), sebab pada tahun tersebut pasukan bergajah, raja Abrahah dari Yaman berniat menyerang Ka'bah.


Ketika Nabi Muhammad saw wafat tahun 632, kekuasaan Islam baru meliputi Semenanjung Arabia. Tetapi, pada masa Khalifah Umar ibn Khattab (634-644) kekuasaan Islam meluas dari Mesir sampai Persia. Pada tahun 638, Gubernur Irak Abu Musa al-Asy`ari berkirim surat kepada Khalifah Umar di Madinah, yang isinya antara lain: "Surat-surat kita memiliki tanggal dan bulan, tetapi tidak berangka tahun. Sudah saatnya umat Islam membuat tarikh sendiri dalam perhitungan tahun."


Khalifah Umar ibn Khattab menyetujui usul gubernurnya ini. Terbentuklah panitia yang diketuai Khalifah Umar sendiri dengan anggota enam Sahabat Nabi terkemuka, yaitu Utsman ibn Affan, Ali ibn Abi Talib, Abdurrahman ibn Auf, Sa`ad ibn Abi Waqqas, Talhah ibn Ubaidillah, dan Zubair ibn Awwam. Mereka bermusyawarah untuk menentukan Tahun Satu dari kalender yang selama ini digunakan tanpa angka tahun. Ada yang mengusulkan perhitungan dari tahun kelahiran Nabi ('Am al-Fil, 571 M), dan ada pula yang mengusulkan tahun turunnya wahyu Allah yang pertama ('Am al-Bi'tsah, 610 M). Tetapi, akhirnya yang disepakati panitia adalah usul dari Ali ibn Abi Talib, yaitu tahun berhijrahnya kaum Muslimin dari Makkah ke Madinah ('Am al-Hijrah, 622 M).


Ali ibn Abi Talib mengemukakan tiga argumentasi. Pertama, dalam Alquran sangat banyak penghargaan Allah bagi orang-orang yang berhijrah (al-ladzina hajaru). Kedua, masyarakat Islam yang berdaulat dan mandiri baru terwujud setelah hijrah ke Madinah. Ketiga, umat Islam sepanjang zaman diharapkan selalu memiliki semangat hijriyah, yaitu jiwa dinamis yang tidak terpaku pada suatu keadaan dan ingin berhijrah kepada kondisi yang lebih baik.
Maka, Khalifah Umar ibn Khattab mengeluarkan keputusan bahwa tahun hijrah Nabi adalah Tahun Satu, dan sejak saat itu kalender umat Islam disebut Tarikh Hijriyah. Tanggal 1 Muharram 1 Hijriyah bertepatan dengan 16 Tammuz 622 Rumi (16 Juli 622 Masehi). Tahun keluarnya keputusan Khalifah itu (638 M) langsung ditetapkan sebagai tahun 17 Hijriyah. Dokumen tertulis bertarikh Hijriyah yang paling awal (mencantumkan Sanah 17 = Tahun 17) adalah Maklumat Keamanan dan Kebebasan Beragama dari Khalifah Umar ibn Khattab kepada seluruh penduduk Kota Aelia (Yerusalem) yang baru saja dibebaskan laskar Islam dari penjajahan Romawi.
Kalender Hijriyah setiap tahun 11 hari lebih cepat dari kalender Masehi, sehingga selisih angka tahun dari kedua kalender ini lambat laun makin mengecil. Angka tahun Hijriyah pelan-pelan 'mengejar' angka tahun Masehi, dan menurut rumus di atas keduanya akan bertemu pada tahun 20526 Masehi yang bertepatan dengan tahun 20526 Hijriyah. Saat itu, kita entah sudah berada di mana. "Demi waktu. Sesungguhnya manusia benar-benar dalam kerugian." Begitulah, pesan Alquran dalam surah Al-'Ashr.


Ikhtisar

· Sebelum kedatangan Islam, masyarakat Arab memakai kalender lunisolar yang berpatokan pada matahari.

· Pada kalender tersebut, setiap 19 tahun terdapat tujuh tahun yang mendapat tambahan bulan untuk menyesuaikan awal tahun dengan musim gugur.

· Penetapan penambahan bulan kerap memicu pertikaian di antara para suku.

· Turun perintah Allah untuk menggunakan kalender lunar murni.

· Kalender lunar murni memberikan keadilan bagi seluruh warga bumi, misalnya dalam hal beban puasa.

· Khalifah Umar ibn Khattab memutuskan peristiwa hijrah Nabi dari Makkah ke Madinah sebagai tahun 1 yang diusulkan Ali ibn Abi Thalib.

1. Muharram = Haram Berperang (Awal Tahun/Tahun Baru)

2. Syaffar = Kuning (Daun Mulai Menguning)

3. Rabi'ul Awwal = Rabi (Gugur) = Awal Musim Gugur

4. Rabi'ul Akhir = Rabi (Gugur) = Akhir Musim Gugur

5. Jumadil Awwal = Jumaid (Beku) = Awal Musim Dingin

6. Jumadil Akhir = Jumaid (Beku) = Akhir Musim Dingin

7. Rajab = Rajab ( Mencair )

8. Sya'ban = Syi'ib (Lembah) = Mulai Bercocok Tanam Dan Menggembala/Di Lembah

9. Romadhon = Pembakaran = Mulai Musim Panas

10. Syawwal = Peningkatan = Panas Meningkat

11. Dzul Qoidah = Qo'id ( Duduk) = Puncak Musim Panas

12. Dzul Hijjah = Haji = Pelaksanaan Ibadah Haji

READ MORE - SEJARAH NAMA2 BULAN HIJRIYAH

GHARQOD (Pohon Pelindung Bangsa Yahudi)

Washington Post edisi April 1984 memuat satu artikel tentang pertemuan Presiden AS Ronald Reagan dengan seorang pelobi senior Yahudi dari American Israel Public Affairs Committee (AIPAC) bernama Tom Dine. Pertemuan itu berlangsung secara pribadi.

Kepada Tom Dine, mantan Gubernur Negara Bagian California ini dengan serius berkata, “Anda tahu, saya berpaling kepada nabi-nabi kuno Perjanjian Lama dan kepada tanda-tanda yang meramalkan Perang Armageddon. Saya sendiri jadi bertanya-tanya, apakah kita ini akan melihat semuanya itu terpenuhi. Saya tidak tahu. Apakah Anda belakangan ini juga telah memperhatikan nubuat-nubuat para nabi itu… akan tetapi, percayalah kepada saya, bahwa nubuat-nubuat itu menggambarkan masa-masa yang sekarang ini sedang kita jalani. ” Tom Dine tersenyum dan mengangguk pelan.

Presiden Reagan merupakan presiden Amerika Serikat pertama yang memulai suatu tradisi baru dalam protokoler Gedung Putih, di mana kebaktian, seminar keagamaan, dan pertemuan-pertemuan dengan sejumlah tokoh gereja evangelikal Amerika sering diadakan. Di masa Reagan-lah paham Zionis-Kristen masuk dalam lingkaran elit pemerintahan Amerika. Seluruh kebijakan, terutama kebijakan Amerika di luar negeri khususnya untuk wilayah Timur Tengah, sangat kental bernuansa Zionis.

Penerus Reagan, George H. W. Bush, William J. Clinton, dan George W. Bush, merupakan orang-orang yang sangat yakin tentang nubuat-nubuat (janji-janji atau ramalan-ramalan) Tuhan seperti yang tercantum di dalam Injil Darby atau Scofield, Injil resmi Amerika. Menurut keyakinan mereka, abad millennium merupakan zaman akhir di mana suatu ketika akan terjadi Peperangan Besar Terakhir (Armageddon) yang melibatkan seluruh dunia, antara Tentara Tuhan melawan Pasukan Iblis. Kristus akan mengalahkan Anti-Christ. Dan setelah itu dunia akan menjadi damai dan sejahtera hingga datangnya hari penghabisan.

Sebab itu, dilandasi kepercayaan akan hari akhir seperti yang dinubuatkan dalam Injil Darby, para presiden Amerika bekerja dengan sekuat tenaga untuk melapangkan jalan bagi suatu hari di mana akan datang Kristus yang kedua kalinya. Karena menurut kepercayaan mereka Kristus akan turun di tanah Palestina, maka mereka berupaya untuk menguasai Tanah Palestina sepenuhnya dan memberikannya kepada orang-orang Yahudi.

Kaum Zionis, apakah mereka yang berada di Tanah Palestina maupun yang tersebar di Amerika dan Eropa, sangat yakin bahwa era millenium ketiga ini merupakan pintu gerbang pada akhir zaman. Entah sengaja atau tidak, kasus WTC 911, di mana Menara Kembar WTC yang dilihat dari jauh bagaikan sebuah gerbang, diruntuhkan, maka seakan terbukalah suatu era baru bagi keyakinan ini.

Segala daya upaya mereka lakukan guna menghadapi datangnya Messiah yang mereka yakini akan memimpin mereka dari Kuil Sulaiman untuk menaklukkan dunia.

Namun ada satu anomali yang secara diametral bertentangan dengan keyakinan mereka ini. Di satu sisi mereka mengaku sangat yakin akan bisa mengalahkan seluruh umat manusia, wabilkhusus umat Islam, dan menjadi pemimpin dunia, namun di sisi lain mereka juga berlomba-lomba menanami Tanah Palestina yang mereka duduki secara tidak sah, dengan pohon ghorqod (nama latin: Nitraria retusa).

Ada sebuah hadits shahih tentang hari akhir mengenai pohon ini: "Tidak akan terjadi kiamat hingga kaum muslimin memerangi kaum Yahudi, lalu membunuh mereka, sehingga seorang Yahudi bersembunyi di balik batu dan pohon, lalu batu dan pohon berkata: Hai Muslim! Hai hamba Allah! Ini Yahudi di belakangku, kemarilah, bunuhlah dia! Kecuali pohon ghorqod, maka itu adalah dari pohon-pohonnya orang Yahudi. " (HR Muslim VII/188, Bukhari IV/51, Lu'lu' wa al-Marjan III/308)

Melihat ulah para Zionis-Yahudi yang berlomba-lomba menanami Tanah Palestina dengan pohon Ghorqod, maka kenyataan ini menjelaskan kepada kita bahwa kaum Yahudi itu sesungguhnya memahami hakikat hari akhir, di mana mereka akan dikejar-kejar oleh umat Islam dan hanya pohon Ghorqod-lah satu-satunya tempat yang bersedia dipakai guna tempat persembunyian kaum Yahudi.

Proyek Internasional Ghorqod

Tidak diketahui secara pasti kapan kaum Zionis-Israel menanami Tanah Palestina dengan pohon Ghorqod. Hanya saja, melalui website Jewish National Fund (www.jnf. Org), di bagian JNF Store (Tress for Israel Certificate), disebutkan bahwa di Tanah Palestina telah ditanami sebanyak 220 juta batang pohon Ghorqod.

Uniknya, dengan serius dan profesional, kaum Zionis juga mengiklankan di dalam situs tersebut bahwa siapa saja bisa membeli pohon Ghorqod secara online dan kemudian menyumbangkannya ke Israel untuk ditanami di Tanah Palestina. Harga sebatang pohon tersebut sebesar US$18, dan barangsiapa yang membeli tiga batang seharga US$36 akan mendapat satu batang gratis.

Bukan itu saja, pengepakkannya pun pembeli bisa memilih dengan memakai plastik (dikenai tambahan biaya US$10 perbatang) atau dengan peti kayu (US$50 perbatang). Dan untuk waktu pengirimannya, pembeli bisa memilih antara yang super cepat (US$30 perbatang, dijamin sampai di Tanah Palestina hanya dalam waktu 2 hari), cepat (US$15 perbatang dengan waktu 3 hari), dan reguler (tidak disebutkan). Untuk keterangan lebih lanjut, mereka juga menyediakan sebuah nomor hubungan internasional (888) JNF-0099 dan 1-800-542-TREE. Hanya mata uang dollar AS yang diterima sebagai pembayaran yang sah.


Hadist riwayat Abu Hurairah ra. Mengenai Ghorqod

Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Kiamat tidak akan terjadi sebelum kaum muslimin memerangi orang-orang Yahudi, lalu kaum muslimin dapat mengalahkan (membunuh) mereka, sampai-sampai seorang Yahudi bersembunyi di balik batu dan pohon lalu batu dan pohon itu berseru: Hai orang muslim, hai hamba Allah, ini seorang Yahudi di belakangku, kemari dan bunuhlah dia! Kecuali Pohon gharqad (sejenis pohon cemara atau pohon berduri), karena pohon itu adalah pohon orang Yahudi

sumber http://orido.wordpress.com/2009/01/28/hotd-pohon-gharqad-yahudi-dan-kiamat/


READ MORE - GHARQOD (Pohon Pelindung Bangsa Yahudi)

SEJARAH KEMENANGAN DI BULAN RAMADHAN



Nabi Muhammad menerima wahyu untuk pertama kalinya pada bulan Ramadhan, sebelum hijrah (610 M). Nabi Muhammad menerimanya ketika sedang bersendiri di Gua Hira, Jabal Nur saat berumur 40 tahun. “Bulan Ramadan adalah (bulan) yang didalamnya diturunkan Al-Qur'an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu, dan pembeda (antara yang benar dan yang batil) ...” (Al-Baqarah 185)
SEJARAH MENCATAT
17 Ramadahan tahun ke 2 Hijriah terjadi Perang Badar Al-Kubra. Perang ini terjadi di gurun pasir yang melibatkan 314 muslimin melawan 1.000-an orang kafir dari Mekkah. Peperangan ini adalah salah satu sejarah penting dalam Islam, karena sejak itulah umat Islam memulai era peperangan secara fisik, yang tentunya membutuhkan kemampuan yang lebih berat. Kalau mentalitas mereka seperti umat Islam zaman sekarang yang hobi tidur siang di bulan Ramadhan, tentunya sulit memenangkan peperangan.
21 Ramadhan 8 Hijriah; Futuh Makkah (Penaklukan Makkah). Rasulullah saw. keluar dari Madinah tanggal 10 Ramadhan bersama 10.000 pasukan kaum muslimin dan dalam keadaan berpuasa. Jumlah ini memang jauh lebih besar ketimbang saat Perang Badar. Rasulullah saw. dan pasukannya berbuka di suatu tempat yang disebut Mukadid (antara daerah Asfan dan Amjad). Setelah penaklukan Makkah secara damai, Rasulullah saw. tinggal di kota itu selama 15 malam dengan melakukan shalat qashar. Penaklukan dan penguasaan ini tidak disertai dengan pembantaian atau bentuk balas dendam lainnya. Padahal, dulu ketika Rasulullah dan kaum muslimin hijrah karena tak tahan dengan siksaan serta perlakukan keji dan kejam lainnya dari pihak kafir Quraisy, rasanya cukup pantas bila itu dilakukan menurut kaca mata hawa nafsu. Namun ternyata Rasulullah dan pasukannya tidak berbuat demikian. Justru inilah penaklukan yang benar-benar penuh damai.
Ramdahan 9 Hijriah, peristiwa perang Tabuk terjadi di bulan Ramadhan. Perang Tabuk terjadi saat musim paceklik, tapi di sisi lain buah-buahan sudah mulai masak, sehingga sebagian kaum muslimin harus menghadapi tarikan duniawi yang sangat berat. Rasulullah memobilisasi sendiri perang. Kaum muslimin berlomba lomba menafkahkan hartanya. Kedatangan pasukan Islam di Tabuk temyata memunculkan ketakutan luar biasa di kalangan pasukan Romawi. Mereka lari berpencar dan tidak berani melakukan serangan terhadap kaum muslimin. Dalam pidatonya, bahkan Rasulullah saw. memberikan semacam amnesti massal untuk mantan musuh-musuh kaum muslimin. Menurut Ibnu Ishaq, penaklukan kota Makkah terjadi pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan. Rasulullah mengutus Khalid bin al-Walid untuk menghancurkan berhala? Uzza, Amru bin Ash merobohkan Suwa, dan giliran Sa`ad bin al-Arsyhali untuk menumbangkan Manath. Setelah itu, digantikan dengan kalimat tauhid yang berkumandang di angkasa Makkah al-Mukarramah. Makkah pun masuk dalam pangkuan Islam. Fantastis bukan?
Ramadhan tahun ke 10 Hijriah, Ali bin Abi Tholib r.a diutus Oleh Rasulullah ke Yaman dengan membawa surat dari beliau dan berhasil mengislamkan suku Hamadzan suku yang sangat berpengaruh di sana. Dengan tanpa suku Hamdzan menerima dan masuk Islam pada saat itu juga dan mereka shalat berjamaah bersama Ali bin Abi Thalib ra.
Ramadhan tahun 15 Hijriah, terjadi perang besar yang menetukan pasukan muslim dan pasukan Persia di Qaddisyah Di bawah pimpinan Saad bin Abi Waqqash, pasukan muslimin berhadapan dengan pasukan Persia. Pertempuran terjadi dengan sengit selama tiga hari dan berakhir dengan Kemenangan kaum muslimin. Dalam pertempuran itu, Rustum, komandan pasukan Persia mati terbunuh.
Ramadhan 38 Hiriah /658 M Ketika Ali bin Abu Thalib menjadi khalifah, kaum Khawarij
mengumumkan penolakan baiatnya. Pasukan Ali dan kaum Khawarij bertemu di kota Nahrawan dan terjadilah pertempuran sengit, yang berhasil dimenangkan pihak Ali dan berakhirlah kegiatan kaum Khawarij setelah pemimpinnya, Abdullah Rasy terbunuh.
Ramadahan 53 Hijriah, Rodes jatuh dan menyerah pada Kaum Muslim
Ramadhan 92 Hijriah, Panglima Thariq bin Ziyad bersama armada tempurnya yang berjumlah 7000 pasukan, menyeberangi selat Giblartar (Jabal Thariq) demi melakukan penaklukan di Andalusia (Spanyol). Setelah armada tempur lautnya merapat di pantai, beliau berdiri di atas bukit karang dan berpidato. Dalam pidatonya yang berapi-api itu, beliau memerintahkan pembakaran kapal-kapal yang telah membawa seluruh awak pasukannya dari Afrika pada 711 M, kecuali beberapa pasukan kecil yang diminta pulang untuk meminta bantuan kepada Khalifah.
Pidato Panglima Thariq bin Ziyad itu membuat pasukannya keheranan. Namun beliau mengatakan, Kita datang ke sini tidak untuk kembali. Kita hanya punya dua pilihan, menaklukkan negeri ini dan menetap di sini serta mengembangkan Islam, atau kita semua mati (syahid). Tak ayal lagi, hal itu membuat pasukannya bangkit dan segera menyusun kekuatan untuk menggempur pasukan Spanyol yang terkenal kuat. Ar-Roya (bendera Islam; ditulisi lafadz syahadat berwarna putih di atas kain hitam) berkibar-kibar menyertai pertempuran itu. Atas pertolongan Allah Swt. pasukan Raja Rhoderick yang berkekuatan 100.000 pasukan tumbang di tangan pasukan kaum muslimin yang hanya berjumlah 7000 pasukan ditambah 5000 pasukan susulan. Allahu Akbar!
Ramadahan 114 Hijriah, menghantarkan kaum muslimin sampai ke ujung Perancis. Pertempuran ini terkenal dengan sebutan ma'rakah balath asy syuhada' (perang bumi suhada').
Ramadhan 129 Hijriah. Keberhasilan dan kemenangan dakwah Bani Abbas di Khurasan di bawah kepemimpinan Abu Muslim al-Khurasany.
6 Ramadahan 223 Hiriyah, Khalifah Harun al Rasyid melakukan pembebasan Amuriyah (Fath Amuriyah).
Ramadhan 584 Hiriah, Shalahuddin al-Ayubi memperoleh kemenangan besar-besaran atas pasukan Salib Eropa. Tentara Islam menguasai daerah-daerah yang sebelumnya diduduki orang-orang Kristen. Setelah sebelumnya memporak-porandakan kekuatan pasukan Salib di bawah komando Raja Richard III dari Inggris. Raja Richard ini terkenal ganas dan buas, itu sebabnya ia sering dijuluki Richard The Lion Heart (Richard yang berhati Singa). Namun, nyatanya ia bertekuk lutut di hadapan Shalahuddin al-Ayubi yang gagah. Kemenangan itu mengakhiri cengkeraman kekuasaan pasukan Salib atas bumi Palestina. Sejak saat itu, Palestina kembali ke pangkuan Islam.
25 Ramadhan tahun 657 Hijriyah. ‘Ain Jaluth adalah sebuah lokasi antara Bisan dan Nablus, yang dirampas oleh pasukan Tatar (Mongolia). Perang ini berakhir pada kemenangan gemilang kaum muslimin. beberapa pahlawan yang terkenal dalam peristiwa ini adalah Muzaffar Saifuddin Quthz, Syaikh Izzuddin bin Abdus Salam dan Sultan mahmud.
17 Ramadan 1375 Hijriah, yang bertepatan dengan 17 Agustus 1945 Masehi, atau 17 Agustus 2605 menurut tahun Jepang, Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya yang dibacakan oleh Ir. Soekarno yang didampingi oleh Drs. Mohammad Hatta di Jln. Pegangsaan Timur 56, Jakarta Pusat.
Ramadhan 1394 Hijriah, Terjadi perang besar kedua antara negara-negara Arab dan Israel setelah Perang 1967. Perang itu disebut juga Perang Oktober karena terjadi bulan Oktober 1973. Disebut pula Perang Yom Kippur karena peperangan itu terjadi pada saat hari raya umat Yahudi, Yom Kippur. Kadang disebut juga “Perang Badar Baru” karena terjadi pada bulan Ramadhan, sama seperti Perang Badar masa Nabi Saw, apalagi pasukan Arab menggunakan sandi “Badr”. Walau kemenangan akhir di tangan Israel, dunia Arab merasa kalau nama baiknya telah dipertahankan oleh sukses militer Mesir dalam peperangan tersebut yang oleh banyak kalangan dipercaya telah diselamatkan oleh Amerika Serikat. Pengamat dunia Islam kenamaan, John L. Esposito, mencatat, kunci keberhasilan pasukan Mesir antara lain digelorakannya semangat jihad, yakni “digunakannya lambang-lambang dan retorika Islam” oleh (Presiden Mesir) Anwar Sadat dalam memobilisasi dan memacu semangat pasukan Mesir. Usai perang, Israel menyadari kekuatan Mesir, sehingga mau berdamai dan menyerahkan kembali seluruh kawasan Sinai yang direbut ke pangkuan Mesir (Camp David Accord 1978).
Ramadhan 1422 Hijriah, negara Islam Afghanistan dibawah pimpinan Mulla Mohammad Omar penuh diisi dengan dentuman dan hujan lebat misil-misil dan bom-bom termasuk beberapa bom terbesarnya, daisy cutter, buatan Amerika.
Daisy cutter, nama yang diberikan kepada bom yang beratnya 7,5 ton yang dijatuhkan dengan payung terjun dari B-52 dan meledak beberapa meter di atas tanah yang ledakannya begitu hebat dengan menghancurkan dan membakar apa saja yang ada dipermukaan tanah seluas beberapa ratus meter. Daisy cutter ini adalah salah satu dari ratusan bom yang jatuhkan kepada mereka yang berada di sekitar Tora Bora, Afghanistan bagian timur, Selasa, 11 Desember 2001. Daerah yang menurut Bush dan kelompok aliansi utara diperkirakan tempat Osama Bin Laden dengan Al Qaedanya berada dan mempertahankan diri.
22 Ramadhan 1427 Hijriah, (15 oktober 2006) bertepatan dengan, Majelis Syuro Mujahidin Irak bersama dengan kelompok yang beraliansi dengan mereka ditambah dengan Harokah Fursan Ul-Tauhid dan Jundu Millah Ibrohim serta berbagai kabilah dan suku di Irak memproklamirkan berdirinya daulah islamiyah Iraq, dengan wilayah meliputi Baghdad, Al-Anbar, Diyala, Kirkuk, Sholahuddien, Ninawah, Babil dan Al-Wassat. Dan di Ba’iat Asy-Syaikh Al-Mujahid Abu ‘Umar Abdulloh Ar-Rosyidi Al- Husaini Al-Quroisyi Al-Baghdadi sebagai Amirul Mukminin daulah islamiyah Iraq.
Ramadhan 1428 Hijriah, para Mujahidin Somalia yang pernah membuat malu tentara AS (difilmkan oleh Hollywood dengan judul “Blackhawk Down’) ini telah berhasil menyerang markas kepolisian yang diback-up tentara penjajah Ethiopia di Mogadishu. Dalam serangan ini dilaporkan, banyak dari tentara Ethiopia tewas. Serangan ini dilanjutkan dengan operasi malam hari, pada 16 Ramadan 1428H, di mana sejumlah Mujahidinh Somalia dari Youth Islamic Movement menyerang sebuah kendaraan militer dekat Arafat Hospital di Al-Masani Street di Mogadishu. Banyak tentara kafir Ethiopia mati. Dalam serangan malam hari tersebut, para Mujahidin Somalia mendapatkan banyak ghanimah berupa amunisi berikut senjata api dari berbagai jenis.
Blog Diambail dari berbagai sumber dan Semoga bermanfaat.
READ MORE - SEJARAH KEMENANGAN DI BULAN RAMADHAN